Pandemi COVID-19 Belum Tuntas, Pemotongan Gaji Anggota Dewan Jatim Kembali Dilakukan

 

Ketua DPRD Jatim Kusnadi

SURABAYA (global-news.co.id)– Pemotongan gaji anggota dewan akan kembali terjadi, jika pada awal Juli ini pandemi COVID-19 tidak juga turun.

Ketua DPRD Jatim Kusnadi menuturkan jika semua orang tidak ingin pandemi COVID-19 terus  ada di Indonesia, tak terkecuali dengan anggota dewan. Namun karena ini sebuah musibah dan cobaan dari yang di atas, mau tidak mau semua harus ikhlas gajinya dipotong demi rasa sosial dan kemanusiaan.

“Siapa orangnya yang mau gajinya dipotong. Namun demi membantu sesamanya saat pandemi COVID-19, kita harus rela dan ikhlas,”tegas politisi asal PDIP, Rabu (24/6/2020).

Dijelaskannya pemotongan gaji dewan sebesar 50 persen sebelumnya sudah termatub dalam aturan. Dan ini berlaku untuk seluruh anggota dewan se-Indonesia. Bahkan para pejabat hingga eselon III dan IV untuk ASN juga ada potongan. Demikian halnya pejabat OJK,  BUMD hingga menteri tak luput dari pemotongan gaji tersebut.

Karena itu, Kusnadi minta masyarakat mematuhi instruksi pemerintah yang wajib melakukan protokol kesehatan dan tak lupa untuk selalu berdoa agar pandemi segera selesai.

Seperti diketahui saat pandemi COVID-19 berlangsung, semua anggota DPRD Jatim gajinya dipotong 50 persen. Dari pemotongan gaji anggota dewan ditambah refocusing dan realokasi anggaran di Pemprov Jatim, terkumpul anggaran total Rp 2,318  triliun untuk penanganan COVID-19 di Jatim.  Jumlah itu disebut setara dengan 6,8 persen dari total APBD Jawa Timur 2020 sebesar Rp 35 triliun. Dana itu mayoritas didapat dari pemangkasan anggaran dinas luar kota pejabat Pemprov Jatim dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan penanganan COVID-19 di Jawa Timur mulai kegiatan kuratif, tracing dan penanganan dampak sosial ekonomi warga akibat wabah COVID-19. cty