Lagi-lagi Dokter di Surabaya Gugur karena Corona

SURABAYA (global-news.co.id) – Dunia medis kembali berduka di tengah pandemi COVID-19. Salah seorang dokter RSUD dr Soetomo Surabaya yang menangani COVID-19, dr Miftah Fawzy Sarengat gugur, Rabu (10/6/2020). Dengan demikian selama masa pandemi corona sudah tiga dokter di Surabaya wafat direnggut virus tersebut. Secara keseluruhan di Indonesia setidaknya ada 33 lebih dokter meninggal dunia.

Kondisi ini menambah keprihatinan masyarakat. Apalagi kasus positif corona di Jawa Timur masih yang tertinggi secara nasional.

Saat dikonfirmasi pejabat Humas RSUD dr Soetomo dr Pesta Parulian Maurid Edward, membenarkan kabar duka itu. Untuk itu pihak RSUD dr Soetomo melakukan penghormatan terakhir kepada almarhum yang berjasa ikut menanggulangi wabah COVID-19.

“Kami melakukan penghormatan kepada Beliau untuk yang terakhir kalinya di sepanjang jalan di rumah sakit sampai FK Unair,” kata Pesta, Rabu (10/6/2020).

Dikatakan Pesta, seusai upacara penghormatan, jenazah almarhum segera dibawa ke Magetan. Rencananya almarhum akan dimakamkan di sana dengan protokol COVID-19.

“Dibawa ke Magetan. Pemakaman dengan memakai protokol kesehatan. Yang jelas kami sedang berduka saat ini. Dan ini kami sedang berdiri di sepanjang jalan untuk memberi penghormatan kepada beliau,” katanya.

Selama pandemi corona, sebelumnya sudah ada dua dokter di Surabaya yang meninggal dengan status positif COVID-19. Menurut IDI Surabaya, dokter bisa tertular corona dari banyak sumber.

Sementara itu, Dekan FK Unair Prof Soetojo yang menjadi pemimpin prosesi pelepasan jenazah menuturkan bahwa sosok Miftah merupakan dokter pembelajar dan pekerja keras.

“Kami merasa kehilangan karena Dokter Miftah merupakan dokter yang rajin, pekerja keras, calon dokter terbaik kami, karena saat ini almarhum masih menempuh pendidikan spesialis,” ujarnya.

Prof Soetojo menambahkan bahwa Miftah merupakan sosok yang pantang menyerah, terutama dalam mengobati pasien COVID-19.

Dikatakannya risiko menjadi dokter memang sangat tinggi di masa pandemi COVID-19 ini. Oleh karenanya, Fakultas Kedokteran dan Unair memberikan penghormatan yang sebesar-besarnya atas perjuangan Miftah dan menjadikannya sebagai representasi perjuangan ikhlas dokter mengobati pasien COVID-19.

“Meskipun di tengah belajar, Dokter Miftah tidak gentar jika harus melakukan tugasnya mengobati pasien COVID-19. Oleh karenanya, beliau menjadi representasi perjuangan dokter yang ikhlas dan berdedikasi dalam penanggulangan COVID-19 ini,” ujarnya.

Dokter Miftah hingga akhir hayatnya sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya.

Dalam catatan GN sederet dokter menjadi korban COVID-19. Pada Senin (18/5/2020) pukul 22.06, dr Boedhi Harsono meninggal di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya. Dokter yang mengembuskan napas terakhir pada usia 67 tahun itu merupakan tenaga medis di RSUD dr Soewandhie.

Saat itu Boedhi menjadi dokter kedua di Surabaya yang meninggal dengan status positif corona. Sebelumnya, pada 18 April lalu, seorang dokter RSUD dr Soewandhie juga meninggal setelah terpapar virus corona. Dokter tersebut adalah dr Berkatnu Indrawan Jangkuk. Ia meninggal setelah tertular corona dari pasien positif yang tidak jujur saat diperiksa.

“Ini dr Boedhi korban COVID-19 yang menimpa dokter yang meninggal kedua di Surabaya. Pertama tiga minggu lalu di RSUD dr Soewandhie,” kata Ketua IDI Surabaya Brahmana Askandar saat dihubungi Rabu (20/5/2020) lalu.

Brahmana juga menjelaskan bagaimana dokter dapat terinfeksi virus corona. Menurutnya, penularan dapat terjadi di mana saja dan kepada siapa saja.

Sebelumnya seorang dokter bernama dr Hilmi Wahyudi berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) COVID-19 juga meninggal dunia.”Infonya PDP COVID-19,” kata Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Halik Malik, saat dihubungi, Minggu (7/6/2020).

Hilmi merupakan anggota IDI cabang Garut. Ia sempat dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik. “Dokter Hilmi kabarnya wafat tanggal 29 Mei 2020 di RSUD Ibnu Sina Gresik,” ujarnya. Hingga saat ini total dokter yang meninggal dunia sebanyak 33 orang. pur, tri, ret