Kasus Baru COVID-19 di Kalsel Naik Signifikan

Ilustrasi situasi pasar apung di Kalimantan Selatan.

JAKARTA (global-news.co.id) –
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat Kalimantan Selatan tercatat sebagai provinsi dengan kasus positif baru virus corona atau COVID-19 tertinggi per 4 Juni 2020.
Provinsi itu mencatatkan penambahan 109 kasus baru positif COVID-19 hari ini. Jumlah itu mengungguli DKI Jakarta yang mencatatkan 94 kasus dan Jawa Timur sebanyak 90 kasus pada hari yang sama.
Pada saat yang sama, Gugus Tugas melaporkan bahwa di Kalimantan Selatan tidak ada penambahan kasus sembuh per 4 Juni, sedangkan kasus meninggal bertambah tiga.
BIla dibandingkan data kemarin, Rabu (3/6/2020), kasus baru positif COVID-19 di provinsi dengan Ibukota Banjarmasin itu meningkat signifikan. Pasalnya, kasus baru mencapai 64 orang pada saat itu. Pada saat yang sama, kasus baru di Jawa Timur mencapai 183 kasus dan DKI Jakarta 82 kasus.
Pada 3 Juni itu, tercatat 2 kasus sembuh dan 3 orang meningal akibat virus corona di Kalimantan Selatan.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengakui bahwa terjadi peningkatan signifikan kasus baru di wilayah Kalimantan Selatan. Dia secara khusus menyoroti wilayah tersebut.
Pihaknya pun menyimpulkan penyebab dari peningkatan kasus baru itu. Menurutnya, kondisi itu tidak terlepas dari aktivitas masyarakat di ruang publik yang memungkinkan penyebaran COVID-19 pada pekan lalu.
“Dari hasil penyelidikan epidemiologi dan tracing yang dilakukan ini adalah kontak erat di dua pasar yang terjadi seminggu lalu,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Dengan demikian, Gugus Tugas COVID-19 mencatat total kasus positif di Kalimantan Selatan mencapai 1.033 orang, 101 kasus sembuh dan 90 orang meninggal.
“Jumlah ini (kasus baru per 4 Juni) cukup banyak dan hari ini tidak ada yang dilaporkan sembuh,” tegas Yuri.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Joko Widodo meminta pengendalian COVID-19 fokus pada tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Menurut Presiden Jokowi wilayah tersebut memiliki angka penyebaran yang masih tinggi.
“Saya ingin kita konsentrasi, Gugus Tugas maupun Kementerian, TNI dan Polri, utamanya, konsentrasi di tiga provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi yaitu di Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Tolong ini jadi perhatian khusus sehingga angka penyebaran bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Presiden saat membuka rapat rapat terbatas percepatan penanganan pandemi COVID-19, Kamis (5/6/2020).
Untuk itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 akan meningkatkan jumlah tenaga medis serta fasilitas rumah sakit tiga provinsi tersebut.
Rencananya, Kepala Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan berkunjung provinsi-provinsi tersebut. ejo, bis