Jangan Stresss…!

Kita harus menjaga tingkat stres untuk menguatkan imunitas.

BEKERJA dari rumah awalnya enak-enak juga. Hanya saja lama kelamaan jenuh juga. Apalagi sudah tiga bulan ini, hanya sekali ke kantor dalam seminggu, sehingga jenuh. Kadamg stres juga, karena kita tak bisa kemana-mana.
Memang harus begitu, kita jangan keluar rumah kalau tidak sangat penting. Ini kalau tidak ingin tertular virus corona. Menjauhi kerumunan, memakai masker dengan menjaga jarak merupakan protokol kesehatan dari pemerintah yang harus kita taati.
 “Palengngen areyah, tak bisa kaluar. Nyorkep e roma terros. (Pusing ini, tidak bisa keluar. Dekem di rumah terus, Madura.Red),” kata Mat Tadji ketika menerima telepon dari sahabatnya, Chandra Yusuf.
“Ya sama Mat. Lama-lama stres juga kalau begini terus. Kita harus sabar. Ini semua dari Allah. Yakinlah, pada saatnya pandemi akan berakhir juga. Karena itu, kita harus banyak-banyak berdoa. Minta ampunan kepada Allah,” kata Chandra Yusuf lagi.
Lalu bagaimana mengatasinya? Agar kita tidak stres akibat pandemi ini? Lalu Mat Tadji mencari tulisan yang menerangkan bagaimana mencari jalan keluar agar tidak stres dimasa pandemic ini. Apalagi Pemerintah meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan mental atau olah stress selain kesehatan fisik selama masa pandemi virus corona COVID-19 ini.
Seperti dikutip suara.com, psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr. Lahargo Kembaren mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat dari rumah.
Pertama, masyarakat diminta untuk membatasi paparan informasi mengenai covid-19 yang menakutkan dan berlebih yang bisa memicu kecemasan hingga berujung pada stres.
“Kami dapat mengurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca atau mendengarkan informasi yang berlebihan. Mengambil jarak sejenak dari informasi yang berlebihan juga baik,” kata Lahargo dari Kantor BNPB, Jakarta, awal Mei 2020.
Kedua, masyarakat harus bisa menyaring informasi yang diperoleh melalui sumber-sumber yang terpercaya. “Membaca sumber yang keliru itu akan membuat kita lebih cemas, lebih khawatir, dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa,” ujar Lahargo.
Ketiga, masyarakat dapat menghindari perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal positif, seperti menghindari merokok, mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Mengatasi permasalahan ini, masyarakat dapat melakukan teknik keterampilan seperti relaksasi dengan menarik napas dalam.
Untuk itu, dia meminta masyarakat jika merasakan stres atau perasaan yang tidak nyaman segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, konselor dan lainnya untuk mendapatkan pertolongan cepat dan tepat. Pemerintah melalui Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia memberikan layanan swaperiksa masalah psikologis secara online selama pandemi di website www.pdskji.org. (*)