GP Ansor dan Aice Group Perkuat Pesantren dan Masyarakat Ekonomi Lemah Melawan COVID-19

Kegiatan penyemprotan disinfektan di tempat ibadah.

JAKARTA (global-news.co.id) — Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Aice Group terus melakukan disinfektasi area perumahan, pesantren, masjid yang berada di berbagai titik sekitar masyarakat ekonomi menengah bawah di daerah penyangga kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dua lembaga tersebut juga membagikan berbagai paket bahan kehidupan pokok dan masker kepada kalangan masyarakat ekonomi lemah.
GP Ansor menyatakan bahwa gerakan bersama Aice tersebut adalah bagian dari misi kemanusiaan jangka panjang dalam melawan pandemi COVID-19 dan kemiskinan yang makin meningkat di berbagai wilayah Indonesia.
“GP Ansor makin meyakini bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah dan sektor swasta harus cepat ditingkatkan. Masyarakat akar rumput mengalami kesusahan hidup luar biasa akibat anjloknya perekonomian sektor informal dalam masa pandemi ini. Kami menyasar komunitas pesantren dan berbagai wilayah warga ekonomi lemah sebagai titik berat dari misi kemanusiaan bersama ini,” tegas Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (30/6/2020).
Kegiatan berupa penyemprotan disinfektan, pembagian bahan pokok, masker berkualitas, serta es krim yang digelar tersebut, diharapkan menjadi stimulus untuk memastikan keselamatan dan ketahanan masyarakat bawah yang berisiko tertular dalam pola interaksi sosial yang tinggi.
Pria yang dipanggil Gus Yaqut ini mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi yang ditambahi dengan belum efektifnya kebijakan penanganan pandemi virus mematikan di masyarakat dan masih rendahnya efek dari stimulus kebijakan ekonomi pemerintah, akan paling dirasakan berat oleh kelas ekonomi bawah.
Hal tersebut senada dengan pernyataan Bank Dunia beberapa waktu lalu bahwa pandemi corona tak hanya berisiko terhadap orang kaya yang kerap bepergian ke luar negeri. Terus meluasnya penyebaran COVID-19 ini membuat masyarakat ekonomi lemah menjadi salah satu kategori yang paling rentan terdampak. Bank Dunia menilai pemahaman kalangan masyarakat ekonomi lemah di Indonesia tentang social distancing masih rendah. Apalagi banyak profesi di kalangan ini mengharuskan keluar rumah menjadi salah satu faktor pendukungnya.
Karenanya, kedua lembaga ini akan terus konsisten untuk mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan menyambut kebijakan new normal dengan meningkatkan protokol kesehatan jelang mulai dibukanya dan dipergunakannya kembali masjid.
Dalam kegiatan yang dimotori jajaran pengurus GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ini, aktivitas donasi akan dipusatkan di sekitar area rumah ibadah dan lembaga pendidikan Islam. Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 GP Ansor Faisal Saimima mengatakan bahwa aktivitas lembaganya bersama Aice diharapkan dapat diikuti oleh banyak lembaga swasta lainnya.
“Masjid dan sarana ibadah lain seperti majelis taklim menjadi salah satu lokasi, yang paling ramai dikunjungi jamaah. Saking banyaknya titik padat tersebut, perlu adanya langkah pembersihan dari virus corona ini secara masif dan didukung oleh banyak pihak yang memiliki sumber daya untuk itu,” jelas Faisal.                                        Sementara itu Brand Manager Aice Group Sylvana Zhong menambahkan pihaknya akan menjalankan kampanye panjang misi kemanusiaan ini bersama GP Ansor dalam mendukung pemerintah melawan COVID-19. “Kombinasi kerjasama yang intensif, persistensi gerakan sumbangan yang tepat sasaran dan pendekatan sosial yang edukatif serta keceriaan yang dibawa lewat es krim kami yakini akan meningkatkan daya tahan masyarakat melawan virus ini,” jelas Sylvana.
Pabrikan es krim yang berlokasi di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera ini, memulai misi kemanusiaan dari kawasan pabriknya di Bekasi Jawa Barat. Kegiatan yang berada dalam radius 10 kilometer dari pabrik Aice Bekasi tersebut dilaksanakan di lima titik sarana ibadah, antara lain Masjid Ibadurrohman Danau Indah, Musala Annaafi’u Jatiwangi, Majelis Zulfaqor Ganda Sari, Masjid Nurulhidayah Mekarwangi dan Masjid Al Mutaqien Telajung. tis