Fraksi Demokrat Minta Kepala Daerah Tiru Gubernur Jatim yang Berikan Kuota Khusus bagi Anak Nakes

Ketua Fraksi Demokrat Jatim Sri Subianti

SURABAYA (global-news.co.id) —
Komitmen Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk  memberi kuota khusus bagi putera/puteri tenaga kesehatan (nakes) untuk masuk SMA/SMK negeri mendapat apresiasi dari Fraksi Demokrat Jatim. Karenanya Fraksi Demokrat minta setiap kepala daerah di Jatim memberikan kuota khusus bagi anak-anak nakes. Karena sudah selayaknya mereka dan kelurganya mendapatkan penghargaan tersebut.
Ketua Fraksi Demokrat Jatim Sri   Subianti menegaskan jika selama pandemi COVID-19, tenaga dan pikiran nakes tercurahkan demi kesembuhan pasien positif  corona, bahkan acap mengabaikan keselamatan keluarga dan diri sendiri. Karenanya komitmen gubernur dengan memberikan kemudahan bagi putera/puteri para nakes perlu mendapat dukungan  penuh dan apresiasi oleh semua pihak.
“Kami Fraksi Demokrat mendukung penuh terhadap kebijakan Bu Khofifah. Ini sebagai penghargaan dari kerja keras mereka, tanpa mempedulikan keselamatan nyawanya. Dan ini seharusnya menjadi teladan bagi kepala daerah lainnya. Kebetulan Pemprov Jatim mendapat kewenangan dalam pengelolaan SMK/SMA negeri di Jatim,”tambah Antie panggilan akrab wanita yang juga  menjadi anggota Komisi E DPRD Jatim, Senin (1/6/2020) ini.
Seperti diketahui, menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN dan SMKN di Jawa Timur yang rencananya dibuka pada pekan depan,  Pemprov Jatim memberikan kuota 1% atau 3.817 anak untuk masuk sekolah negeri bagi anak dari tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. Hal ini sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang telah mendedikasikan tenaganya untuk menangani langsung pasien COVID-19.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pers conference di Gedung Negara Grahadi,  mengatakan tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan pada layanan COVID-19 adalah para dokter, perawat dan sopir ambulans. Mereka akan mendapat kuota khusus bagi putera puterinya dalam proses PPDB minggu depan.
“Tenaga kesehatan butuh konsentrasi yang kuat saat menangani pasien COVID-19. Dan banyak di antara mereka yang tidak pulang ke rumah namun ke tempat singgah di beberapa titik yang sudah disiapkan pemerintah. Karena itu kami memberikan ketenangan pada mereka dengan menyiapkan 1% untuk putera puteri mereka yang akan masuk SMAN/SMKN,” ujar Gubernur Khofifah.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi, memaparkan, pihaknya sudah melakukan analisis jumlah Rumah Sakit (RS) rujukan di Jatim yang saat ini terdapat 99 RS. Dalam analisis, jumlah tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien COVID-19, rata-rata antara 10-40 orang per RS. cty