Ekonomi RI Kuartal II 2020 Diprediksi Negatif

 

Penjualan properti juga kena imbas akibat wabah COVID-19.

JAKARTA (global-news.co.id) – Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 akan mengalami pertumbuhan negatif. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan, hal itu terjadi akibat wabah virus corona (COVID-19) yang telah berdampak signifikan pada aktivitas ekonomi di dalam negeri.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 akan masuk negatif. Kita harus jaga agar kuartal III dan IV bisa start, we can’t afford pertumbuhan negatif terlalu dalam,” ujar Menko Airlangga di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Lebih lanjut terang dia, ada 32 sektor usaha yang penjualannya menurun secara tahunan sejak April hingga 26 Mei 2020. Hal ini tak lain akibat dari dampak COVID-19  terhadap aktivitas ekonomi dalam negeri. “Berbagai sektor kegiatan usaha mengalami penurunan di April dan mulai berhenti di Mei,” ungkapnya.

Sementara terkait penerapan new normal, Airlangga meminta agar masyarakat bisa beradaptasi dengan kebiasan yang baru. Di mana protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker hingga mencuci tangan harus dikedepankan.

“Ini merupakan langkah strategis yang merupakan rekomendasi WHO, dan sudah diberlakukan di beberapa negara. Tujuannya adalah untuk meneruskan keberlanjutan pembangunan, terutama di bidang sosial ekonomi, yang berjalan dengan protokol yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Sementara itu Staf Khusus Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Reza Yamora Siregar memprediksi, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 akan bergerak negatif. Hal tersebut disebabkan oleh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua bulan belakangan ini.

“Saya melihat di pasar kayak ekspektasi pasar, dan lain-lain itu anywhere negatif 3 sampai 4 persen di kuartal II 2020,” ” kata Reza dalam diskusi secara virtual, Rabu (10/6/2020).

Reza mengatakan, angka tersebut sangat konsisten dengan berbagai pertimbangan serta kondisi yang terjadi di dalam negeri. Namun, dia berharap pemulihan bakal terjadi mulai di kuartal ke III dan IV 2020.

“Jika recovery ekonomi kita jalan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga berjalan dengan baik, maka hasil pertumbuhan ekonomi akan terlihat di kuartal ke III dan IV” terangnya.

Dia menambahkan, di kuartal III nanti pertumbuhan ekonomi tidak langsung mengalami positif. Menurutnya, pada kuartal itu pertumbuhan ekonomi masih dalam masa transisi dari negatif ke positif. “Mudah-mudahan kita akan melihat positif di kuartal keempat, kuartal ketiga mudah-mudahan kita bisa, walaupun masih negatif. Namun sudah kecil negatifnya,” jelas dia.

Sebelumnya Bank Dunia atau World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan flat atau datar pada 2020 yakni 0% hingga -2% akibat pandemi virus corona atau COVID-19 yang menyebar secara masif.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan merosot hingga minus 5,2% . Dengan demikian, ekonomi global akan mengalami resesi. Menurut Bank Dunia resesi ekonomi tahun ini terdalam sejak Perang Dunia. Demikian terungkap dalam laporan Bank Dunia mengenai prospek ekonomi global Juni 2020. jef, sin