Di Tengah Pandemi COVID-19, Jatim Mampu Torehkan Lumbung Pangan Nasional

Ketua Fraksi Demokrat Jatim Sri Subiati

SURABAYA (global-news.co.id) —
Meski masih satu tahun bekerja dan di tengah pandemi COVID-19, ternyata pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak mampu menorehkan beragam prestasi dan kemajuan dalam memimpin Jatim. Di antaranya,  pertumbuhan ekonomi terus meningkat, sehingga persentase penduduk miskin di Jatim juga ikut turun.
Ketua Fraksi Demokrat Jatim Sri Subiati menegaskan salah satu program untuk mengentaskan kemiskinan di desa adalah dengan Program Keluarga Harapan (PKH) plus bagi para lansia di keluarga miskin. Dalam pengamatannya gubernur dan wagub intensif turun ke masyarakat demi menjalankan program-programnya lewat Nawa Bhakti Satya atau sembilan bakti untuk memuliakan masyarakat Jatim.
“Hal ini membuktikan jika duet Bu Khofifah dan  Pak Emil mampu menjadikan Jatim sebagai lumbung pangan nasional. Dan kinerja pasangan ini patut diperhitungkan,” papar perempuan ayu berjilbab ini, Selasa (30/6/2020).
Ditambahkannya,  Provinsi Jatim terus berusaha untuk mengelola arus distribusi dan logistik, khususnya ke Indonesia Timur karena 80 persen kebutuhan komoditi pertaniannya diambil dari Jatim.
Di mana pada 2020, Jatim menentukan beberapa target di antaranya pengembangan padi sebanyak 10.963.922 juta ton, jagung 6.807.711 juta ton, kedelai 254.317 ribu ton dan bawang merah 324.049 ribu ton.
Selain itu, yang tak kalah pentingnya Duet Khofifah-Emil mampu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK belum lama ini. Itu artinya dalam pengelolaan administrasi dan keuangan, Pemprov Jatim mampu menerapkan clean and clear governance. Hal ini juga membuktikan sinergitas antara eksekutif dan legislatif berjalan lancar demi menjalankan program pembangunan di Jatim. cty