Dewan Jatim Apresiasi Ditemukannya Obat COVID-19 oleh Peneliti Unair

Anggota DPRD Jatim dr Agung Mulyono

SURABAYA (global-news.co.id) — DPRD Jawa Timur mengapresiasi ditemukannya obat untuk penderita COVID-19 oleh peneliti Universitas Airlangga Surabaya. Obat ini ditemukan berkat kolaborasi Unair, BNPB, dan BIN.
Anggota DPRD Jawa Timur dr Agung Mulyono yang memiliki pendidikan kedokteran mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi terbaiknya kepada Dr dr Purwati SpPD, K-PTI FINA selaku Ketua Pusat Peneliti dan Pengembangan Stem Cell Unair, para dokter, perawat dan  tenaga medis yang telah berjuang berada di garda terdepan di masa pandemi COVID-19.
“Kami berharap penemuan obat ini bisa meningkatkan rasio angka kesembuhan,” ucap Agung Mulyono, Selasa (16/6/2020).
Dia menyebutkan berbagai upaya sudah dilakukan legislatif dan eksekutif untuk mem-back up kebutuhan penanganan COVID-19. Termasuk sejumlah program dan upaya menurunkan jumlah penderita yang terpapar corona. Apalagi saat ini DPRD Jawa Timur juga sedang membahas Rancangan Perda tentang Obat Tradisonal.
“Semoga bermanfaat bagi bangsa dan negara. Unair sebagai lembaga pendidikan menunjukkan dedikasinya di dunia kesehatan,” tegas Agung.
Agung Mulyono mengaku bangga dengan prestasi Dr dr Purwati yang bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk kesehatan masyarakat di masa pandemi COVID-19. Dirinya berharap obat yang ditemukan tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi berkembang secara  internasional.
“Saya bangga jika ada orang seperti Dr dr Purwati, Unair akan makin maju luar biasa,” tandas Agung.
Sebelumnya tim peneliti Universitas Airlangga Surabaya mengklaim telah menemukan kombinasi obat unuk penanganan pasien COVID-19.
“Kelima kombinasi obat tersebut adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, loprinavir-ritonavir-doksisiklin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin, dan hidroksiklorokuin-doksisiklin,” kata Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasih.
Sementara itu, penemuan  lima kombinasi itu merupakan komitmen Unair dalam mencari obat untuk mengobati COVID-19. Unair tak hanya fokus membuat obat baru, tetapi juga mencari solusi dari obat yang telah ada.
Ada lima kombinasi yang ditemukan dan sebagian besar obatnya aman dikonsumsi karena terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lima kombinasi regimen obat ini berasal dari obat-obatan yang sudah beredar di pasaran.
Terpisah, Dr dr Purwati menyampaikan obat COVID-19 tersebut ditemukan berkat kolaborasi Unair, BNPB dan BIN. “Semoga memberi manfaat untuk bangsa dan negara, dan juga untuk dunia. Karena mungkin temuan ini bisa dikembangkan untuk dunia internasional,” tegas Purwati.
Selain kombinasi obat, Unair juga merekomendasi lima obat tunggal yang diklaim juga bisa membantu melawan COVID-19. cty