Cegah Penyebaran COVID-19, Arab Saudi Hanya Izinkan 10 Ribu Jamaah Haji

Jumlah jamaah haji domestik yang melakukan haji tahun ini tidak akan lebih dari 10.000 orang.

RIYADH (global-news.co.id) — Pemerintah ARAB Saudi akan menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan secara ketat selama pelaksanaan ziarah haji yang akan datang. Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau COVID-19 yang masih mewabah.
Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Dr Muhammad Saleh Benten berharap bahwa jumlah jamaah haji domestik yang melakukan haji tahun ini tidak akan lebih dari 10.000 orang.
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada peziarah dari luar Arab Saudi akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini.
Sementara, Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr Tawfiq Al-Rabiah dalam konferensi pers secara virtual via Zoom berujar bahwa para peziarah harus berusia kurang dari 65 tahun dan tidak menderita penyakit kronis apa pun.
Ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam dan keharusan bagi umat Islam tahun ini akan tetap terselenggara namun dalam terbatas. Hanya mereka yang saat ini berada di Arab Saudi termasuk WNA yang diperkenankan berhaji tahun ini.
Setiap tahun, sekitar 2,5 juta peziarah mengunjungi situs-situs Islam paling suci di dua kota suci yaitu Makkah dan Madinah.
Guna mencegah virus corona menyebar di antara para jamaah haji, maka Kementerian Kesehatan Saudi, bekerjasama dengan Kementerian Haji dan Umrah, telah mengembangkan rencana untuk memastikan keselamatan semua pengunjung.
“Kami telah bekerja dengan Kementerian Kesehatan untuk mengembangkan langkah-langkah dan protokol pencegahan dan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan musim haji yang aman,” kata Benten seperti dilansir dari laman Saudigazatte, Selasa (23/6/2020).
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi memutuskan membuka ibadah haji 1441 Hijriah/2020 dengan jumlah jamaah sangat terbatas,  Senin (22/6/2020) waktu setempat. Jamaah yang diperbolehkan melaksanakan haji hanya yang sudah berada di Arab Saudi, termasuk WNA.
“Keputusan ini untuk memastikan haji dilakukan dengan aman dari perspektif kesehatan dengan menerapkan protokol pencegahan dan social distancing untuk melindungi jamaah layaknya Islam melindungi keselamatan manusia,” seperti dikutip dari pengumuman resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
yan, okm, ins

Berikut protokol haji yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi:

1. Tidak lebih dari 10.000 orang akan diizinkan untuk melakukan ibadah haji.
2. Semua peziarah akan diuji sebelum mereka mencapai situs suci.
3. Hanya mereka yang berusia di bawah 65 tahun yang diizinkan berhaji tahun ini.
4. Semua jamaah akan diminta mengarantina diri setelah menyelesaikan ritual haji.
5. Semua pekerja dan relawan akan diuji sebelum ibadah haji dimulai.
6. Status kesehatan semua peziarah akan dipantau setiap hari.
7. Rumah sakit telah disiapkan untuk keadaan darurat yang terjadi selama ziarah.
8. Langkah-langkah jarak sosial akan ditegakkan.