Cegah Meluasnya Covid-19, RS Adi Husada Undaan Siapkan Layanan Tes PCR

Petugas menganaslisa hasil swab pasien di laboratorium RS Adi Husada Undaan Wetan,

SURABAYA (global-new.co.id) – Masih tingginya penyebaran kasus Covid-19 di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya, membuat Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan melengkapi diri dengan fasilitas tes PCR (Polymerase Chain Reaction). Pemeriksaan  biomolekuler PCR ini adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus.

Direktur Utama RS Adi Husada Undaan Wetan, dr Irawati Marga MARS, mengatakan, fasilitas yang diperoleh melalui kerjasama dengan berbagai pihak ini diharapkan bisa menunjang upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran sekaligus memutus mata rantai penularan Covid-19 di Surabaya pada khususnya dan Jawa Timur pada umumnya. RS Adi Husada Undaan Wetan, termasuk satu di antara 100 rumah sakit di Jatim yang ditetapkan sebagai rujukan pasien Covid-19.

Dengan memiliki fasilitas sendiri, pihak rumah sakit tidak tergantung pada pihak lain, dalam hal ini laboratorium. “Karena yang utama itu menemukan dan memastikan itu covid atau bukan. Dengan temuan dini, bisa dilakukan pencegahan penyebarannya dan bisa mengurangi angka kematian,” ujar dr Ira, Selasa (9/6/2020).

Sebagai rumah sakit rujukan, Adi Husada menyiapkan ruangan isolasi sebanyak 71 ruangan di mana ada yang bertekanan negatif. elain itu disediakan juga ruang ICU isolasi bertekanan negatif, ruang isolasi dengan fasilitas pelayanan hemodialisa. “Kami juga tengah menyiapkan ruangan operasi yang bertekanan negatif, sehingga pasien Covid-19 yang memerlukan pembedahan darurat tetap bisa dilayani. Ruangan isolasi ini berada dalam satu blok tersendiri sehingga jalur pasien Covid-19 dengan non Covid-19 terpisah,” tandas Ira.

Masih terkait Covid-19, RS ini juga menawarkan layanan telemedicine, layanan untuk pasien rawat jalan yang takut datang ke rumah sakit lantaran khawatir terkena virus Covid-19. Dengan layanan kesehatan berbasis daring ini, pasien tidak perlu lagi bertatap muka langsung dengan dokter dan obat akan langsung diantar ke rumah masing-masing.

Untuk menggunakan layanan ini pasien harus mendaftarkan diri terlebih dulu melalui Whatsapp chat H-2. Pasien memilih dokter yang dituju beserta jam konsultasi sesuai jadwal dokter tersebut. Setelah melakukan pembayaran melalui transfer dan mengirim bukti ke admin, pasien akan dihubungi admin pada hari H melalui video call untuk melakukan konsultasi dengan dokter yang dituju. Jika pasien diberikan resep atau pemeriksaan penunjang, admin akan memberitahukan harga atau job order pemeriksaan penunjang pada pasien. Pembayaran juga dilakukan lewat transfer.

Ira menjelaskan,layanan telemedicine ini untuk pasien-pasien yang sudah pernah dirawat, sehingga punya nomor identitas. Lewat layanan ini, pasien bisa berkonsultasi pada  dokter ahli sesuai penyakitnya, menanyakan obat-obatan apakah tetap, dosisnya bertambah atau berkurang dari dosis yang biasa dikonsumsi. Untuk diketahui, pasien penderita penyakit komorbid seperti jantung, diabetes, hipertensi, kanker secara rutin harus mengonsultasikan kondisi penyakitnya sekaligus obat yang dikonsumsi karena bisa jadi obatnya berubah, dosisnya berkurang atau malah bertambah.

“Layanan telemedicine ini sebagai bagian dari kewajiban rumah sakit untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ujarnya didampingi dr T.C. Tjindrawati Ongko, PGDD (Cardiff-UK) selaku Direktur  dan dr Antonius Johanes SpPK selaku Kepala Unit Laboratorium.ret