Bos Bukalapak Jadi Direktur Digital Telkom Indonesia

Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid

JAKARTA – PT Telkom (Persero) Tbk menggelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tahunan tahun anggaran 2019, Jumat (19/6/2020).
Dalam RUPS tersebut, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham memutuskan untuk merombak jajaran Direksi PT Telkom Tbk.
Salah satunya, Presiden Bukalapak Muhammad Fajrin Rasyid, menjadi Direktur Digital Business perseroan.
Fajrin menggantikan Faizal R. Djoemadi yang sebelumnya menjabat posisi tersebut. Sementara, posisi Direktur Utama Telkom masih tetap dijabat oleh Ririek Adriansyah sebagaimana ditetapkan dalam RUPS.
Komisaris Utama Telkom Rhenald Kasali mengatakan, sejumlah agenda yang dijadwalkan sudah disetujui dalam RUPS tahunan hari ini. “Memberikan pelunasan tanggungjawab anggota direksi,” kata Rhenald Kasali di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Bagikan Dividen Rp 15,26 Triliun
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen sebesar sebesar Rp 15,26 triliun atau sebesar Rp 154,06 per lembar saham. Angka ini sebesar 81,78% dari laba bersih pada tahun buku 2019 yang sebesar Rp 18,62 triliun.
Persetujuan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk yang digelar hari ini.
Namun jika berkaca pada tahun lalu, pembagian dividen Telkom mengalami penurunan. Tahun lalu Telkom memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 16,23 triliun atau setara dengan 90% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2018 yang tercatat sebesar Rp 18,03 triliun atau sebesar Rp 183 per lembar saham
“Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih perseroan yang seluruhnya Rp 18,62 triliun diperuntukan sebagai berikut. Dividen sebesar 81,78% dari laba bersih atau sejumlah Rp 15,262 triliun,” ujar Komisaris Utama PT Telkom Rhenald Kasali, Jumat (19/6/2020).
Adapun TLKM membukukan laba bersih sebesar Rp 18,66 triliun pada tahun lalu. Angka itu tumbuh 3,5% dari capaian periode tahun sebelumnya. Laba tersebut ditopang oleh pendapatan bersih perseroan yang mencapai Rp 135,56 triliun pada 2019. Adapun realisasi pendapatan itu naik 3,66 persen dari Rp 130,78 triliun pada periode 2018.
Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika menjadi kontributor utama perseroan senilai Rp 72,78 triliun per 31 Desember 2019. Realisasi itu naik dari Rp 65,55 triliun pada 2018.
Sementara kontributor terbesar kedua pendapatan TLKM berasal dari pendapatan telepon senilai Rp 27,97 triliun. Jumlah itu berasal dari telepon bergerak Rp 25,09 triliun dan telepon tidak bergerak Rp 2,88 triliun.
Adapun penggunaan laba bersih akan dibagi ke dalam beberapa jenis. Pertama adalah dividen tunai sebesar Rp 11,19 triliun atau sebesa 60% dari laba bersih. Kemudian yang kedua adalah Rp 4,64 triliun yang diperuntukan untuk dividen spesial atau 21,78%. Dan terakhir adalah Rp 3,4 triliun akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. dja, wah, ndo, ins

Berikut susunan Direksi dan Jajaran Komisaris yang Baru :
Komisaris
Komisaris Utama: Rhenald Kasali
Komisaris: Alex Denni
Komisaris: Ismail
Komisaris: Marcelino Pandin
Komisaris: Rizal Malarangeng
Komisaris Independen: Marsudi Wahyu Kisworo
Komisaris Independen: Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris Independen: Wawan Iriawan
Komisaris Independen: Candra Arie Setiawan

Direksi
Direktur Utama: Ririek Adriansyah
Direktur Keuangan: Heri Surpriadi
Direktur Consumer Service: FM Venusiana R
Direktur Network & IT Solution: Herlan Wijanarko
Direktur Digital Business: Muhammad Fajrin Rasyid
Direktur Strategic Portfolio: Budi Setyawan Wijaya
Direktur Wholesale & International Service :Dian Rachmawan
Direkutur Human Capital Management :Afriwandi
Direktur Enterprise & Business Service: Edi Witjara