Belanja Online Jadi Pilihan Utama Selama Beradaptasi di Kebiasaan New Normal

Pembelian makanan dan bahan makanan khususnya, kini banyak dilakukan secara online karena konsumen menemukan kenyamanan tersendiri untuk melengkapi kebutuhannya melalui e-commerce saat era new normal.

JAKARTA (global-news.co.id) — Shopee, platform e-commerce di Asia Tenggara menyoroti perubahan besar untuk produk makanan dan bahan makanan karena adanya kebiasaan yang bergeser di masyarakat Indonesia saat  new normal.
Secara khusus, Shopee melihat tren pembelian produk makanan secara berulang dalam sebulan meningkat 4 kali lipat. Penjual dan mitra brand pun turut beradaptasi dengan new normal ini dengan menawarkan beragam produk makanan secara online dan menggunakan platform live streaming untuk menunjukkan kualitas produk makanan yang dijual secara langsung (real time).
Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja  mengatakan semenjak physical distancing jadi kebiasaan penting yang diterapkan di kehidupan kita, pihaknya melihat ada penyesuaian cara berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pembelian makanan dan bahan makanan khususnya, kini dilakukan secara online karena konsumen menemukan kenyamanan tersendiri untuk melengkapi kebutuhannya melalui e-commerce. Penjual dan mitra brand beradaptasi dengan cepat, menjadikan Shopee sebagai perpanjangan tangan mereka untuk menjangkau pelanggan baru. “Kami melihat ini sebagai evolusi jangka panjang, dan kami akan terus berusaha memimpin tren ini di tahun-tahun mendatang,” katanya dalam rilis yang dikirim ke redaksi, Kamis (25/6/2020).
Diakui Handhika saat ini konsumen beralih ke platform online untuk membeli produk makanan. “Kami melihat adanya peningkatan 4 kali lipat pada jumlah pengguna yang melakukan pembelian produk makanan secara berulang dalam sebulan. Ini menunjukkan bahwa para pengguna menemukan kenyamanan tersendiri dalam melengkapi kebutuhan makanan dan bahan makanan melalui e-commerce,” katanya.
Belanja makanan dan bahan makanan berevolusi seiring berjalannya waktu untuk beradaptasi dengan pandemi COVID-19.
Masyarakat juga membeli lebih banyak ragam makanan secara online karena perubahan gaya hidup di tengah ditetapkannya physical distancing di masa pandemi COVID-19:
Permintaan tinggi untuk makanan kaleng pada Maret. “Imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah membuat masyarakat bersiap dengan persediaan makanan siap saji di rumah. Hal ini tercermin dengan meningkatnya permintaan makanan kaleng sebanyak 7 kali lipat di Shopee pada Maret,” katanya.
Kaum pria dan konsumen di luar Jakarta jadi pembeli makanan paling aktif secara online.
Pembelian produk makanan secara online kini telah menjadi rutinitas.  Lonjakan permintaan bahan makanan terjadi di luar Jakarta: Konsumen di luar Jakarta juga melihat e-commerce sebagai kanal utama untuk mengakses makanan dan bahan makanan karena adanya pembatasan mengunjungi toko offline. Di Shopee, aktivitas belanja makanan dari daerah di luar Jakarta meningkat 3 kali dalam beberapa bulan terakhir.
Mitra brand dan penjual melakukan digitalisasi dengan Shopee, sebagai cara baru untuk menjual makanan secara online.
Selain itu kata Handhika, mitra brand dan penjual beradaptasi dengan perubahan kebiasaan masyarakat dengan memperluas bisnisnya melalui Shopee. Mereka menawarkan produk makanan yang lebih beragam dan menggunakan cara baru untuk berjualan secara online. tis, ani