Tambahan dari Santri Temboro Asal Malaysia, Kasus Corona di Magetan Naik

 

Kasus positif virus corona (COVID-19) di Temboro bertambah setelah ada 12 kasus baru yang merupakan santri di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro  dari Malaysia.

SURABAYA (global-news.co.id) — Kasus positif virus corona (COVID-19) di Temboro Magetan  bertambah setelah ada 12 kasus baru yang merupakan santri di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro dari Malaysia.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Magetan Saif Muchlissun, mengatakan ke- 12 pasien positif itu adalah bagian dari 29 santri asal Malaysia, yang gagal kembali ke negaranya lantaran hasil rapid test-nya reaktif positif.
“Tersisa 29 santri Malaysia yang dicancel kepulangannya karena hasil rapid test-nya reaktif (positif). Kemudian 29 yang di-cancel ini di tes swab dengan hasil sore tadi turun yaitu 12 terkonfirmasi positif COVID-19,” kata Saif melalui keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2020).
Mestinya, kata Saif, 29 santri tersebut merupakan bagian dari rombongan 155 santri Asal Malaysia yang dipulangkan ke negaranya Senin (27/4/2020) lalu. Namun kepulangan 29 orang itu dibatalkan lantaran Gugus Tugas merasa perlu melakukan observasi terhadap mereka.
Lebih lanjut, kata Saif, 12 pasien positif baru tersebut keseluruhannya berjenis kelamin laki-laki. Rentang usianya antara 17 – 35 tahun. Mereka semua berkewarganegaraan Malaysia.
Dengan tambahan 12 ini, maka total kasus positif virus corona di Magetan menjadi 45 kasus, dari yang sebelumnya mencapai 33 kasus.
“12 warga yang kesemuanya laki-laki asal Malaysia ini melengkapi terkonfirmasi positip di Kabupaten Magetan yang kemarin 33 kasus, total hari ini menjadi 45 kasus,” kata dia.
Dari jumlah itu, 21 orang di antaranya berkewarganegaraan Malaysia. Sementara warga Magetan sendiri sebanyak 14 orang, 9 orang di antaranya sudah sembuh, 1 pasien meninggal dunia, dan 4 orang masih dirawat.
“Dari 45 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 ini, 21 berkewarganegaraan Malaysia. Sisanya dari lintas negara dan warga berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan warga Magetan sendiri ada 14 orang,” ujarnya.
Sebelumnya, klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan ini bermula ketika sebanyak 43 santri asal Malaysia, dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 saat kembali ke negaranya. sir