Tak Salahkan M Nuh, NasDem Justru Kritik Konser Amal Gagasan Bamsoet saat Pandemi

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Willy Aditya

JAKARTA (global-news.co.id)– Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Willy Aditya menilai buruh bangunan pemenang lelang motor listrik bertandatangan Presiden Joko Widodo dianggap melakukan prank.
M Nuh memenangkan lelang pada acara konser amal  yang digagas oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan penanggulangan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Willy menyampaikan kejadian yang menimpa M Nuh bukanlah sebagai fenomena yang perlu disudutkan. Ia melihat kejadian ini justru mengajarkan masyarakat Indonesia tentang banyak hal. “Mulai dari ketidakpahaman seorang anggota masyarakat tertentu, hingga kurang tepatnya sebuah cara yang kita ambil dalam merespons sesuatu,” kata Willy, Jumat (22/5/2020).
Menurutnya, M Nuh hanya orang awam yang tidak bisa membedakan yang namanya lelang dengan undian. Dia sangka lelang kemarin itu undian. “Dengan segala keluguan dan kepolosannya dia kemudian mengakses nomor layanan yang digunakan untuk acara lelang saat itu. Dianggaplah dia sebagai pemenang lelang,” katanya.
Willy mengaku dirinya tidak begitu tertarik untuk menyoroti keluguan M Nuh yang mengira telah mendapatkan undian malah justru dia harus membayar mahal motor bertanda tangan Jokowi. Ia justru menyoroti  konser amal di tengah pandemik virus corona baru (COVID-19). “Mengapa dalam merespons sebuah wabah, sebuah pandemi, orang-orang yang memiliki wewenang, justru karikatif seperti itu langkahnya,” bebernya. “Mengapa harus dengan konser? Secara ketentuan memang tidak masalah. Sah-sah saja. Tetapi secara etika, itu bermasalah. Secara taktik dan strategi juga,” tandasnya. ejo, gel