Sekjen Kemendes Apresiasi Penyaluran BLT-DD Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan BLT-DD Tulungagung dan Madiun di Gedung Negara Grahadi, Rabu (20/5/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) – Sekjen Kementerian Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi mengapresiasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Jatim yang mengalami progress cukup menggembirakan. Bahkan, sudah ada Rp 163,515 miliar yang sudah disalurkan pada 274,192 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Jatim.
Kalau melihat dari jumlah desanya, maka sudah ada 2.963 desa yang tersalurkan BLT-DD tersebar di 30 kabupaten dan kota Batu. Selain itu, sudah ada enam daerah yang telah 100% menyalurkan BLT-DD-nya ada, yaitu Kabupaten Trenggalek, Madiun, Lumajang, Gresik, Jombang, dan Tulungagung. Sedangkan yang 87% ada Kabupaten Blitar, Bojongoro, dan Ngawi.
Anwar Sanusi, saat video conference acara penyaluran 100% BLT-DD Tulungagung dan Madiun bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (20/5/2020) mengatakan bahwa percepatan penyaluran BLT-DD di Jatim tidak lepas dari surat edaran Gubernur Jawa Timur untuk mendorong percepatann  BLT-DD.
“Ternyata mungkin ini salah satu faktor yang berkontribusi, akhirnya akselerasi dari penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini yang awalnya cukup pesimistis tapi di akhir-akhir luar biasa cepat sekali, dan ini tidak lepas dari kerjasama yang sangat baik, sinergi antar jajaran baik vertikal maupun horizontal dan selalu intensif melakukan komunikasi setiap saat,” tandasnya.
Dia menandaskan, bahwa komunikasi menjadi sangat penting.  Bahkan, segala kebijakan tidak akan berjalan kalau seandainya garis koodinasi pusat dan daerah tidak berjalan dengan baik. Dalam kodisi seperti saat ini, pimpinan wilayah yaitu gubernur, bupati dan walikota memegang kendali yang luar biasa.
“Kendala pimpinan daerah ini bisa mensegerakan terkait dengan BLT-DD ini yang tadi disampaikan sebagai sarana untuk bantalan sosial dari masyarakat menghadapi situasi yang sangat sulit ini. Karenanya kita ingin agar seluruh masyarakat yang berhak menerima segera mendapatkan,” tandasnya.
Selain itu, Kemendes juga sedang mempersiapkan bagaimana program-program ini betul-betul bisa memberikan bantalan yang tepat.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menandaskan bahwa bantalan sosial bersumber dari BLT-DD ini akan diperpanjang 3 bulan lagi. “Tadi pagi dapat informasi bahwa BLT-DD akan ditambah untuk tiga bulan berikutnya. Yang disalurkan sekarang itu itu mestinya untuk April tapi disalurkan Mei. Tapi Mei dihitung pertama kemudian Juni dan Juli,” katanya.
Tambahan senilai Rp 300 ribu ini dihitung Agustus, September, dan Oktober. Gubernur menandaskan bahwa tambahan ini penting karena kemiskinan pedesaan di Jatim masih tinggi. “Di Jatim untuk konsumsi domestiK itu berpotensi pada pertumbuhan sebanyak 4,5 % sampai 4,8 % komsumsi domestik atas pertumbuhan ekonomi Jatim. Untuk itu kami mendorong penguatan daya beli masyarakat, maka ini menjadi bagian penting untuk mengantisipasi penambahan kemiskinan,” tandas Khofifah. erf, ani