PKS Jatim Sayangkan Tindakan Kekerasan terhadap Habib Umar Assegaf

Ketua Umum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan

SURABAYA (global-news.co.id)–
DPD Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jatim menyayangkan sikap represif terhadap Habib Umar Assegaf oleh oknum petugas Satpol PP Surabaya saat melakukan penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya.
Ketua Umum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan menegaskan bahwa penegakan aturan PSBB mesti dilakukan dengan persuasif. “Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah, Polri, dan TNI, di Jawa Timur yang selama ini melakukan penegakan PSBB secara persuasif sehingga situasi Kamtibmas ini kondusif selama wabah COVID-19. Tindakan oknum petugas kemarin itu telah mencoreng institusi yang selama ini telah bersusah payah menjaga situasi kondusif ini,” ujar Irwan, Jumat (22/5/2020).
Irwan menyatakan sepakat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim melalui Sekretaris Umum Ainul Yaqin bahwa mestinya petugas bisa bersikap lebih persuasif. Sebab, menurut Ainul Yaqin, Habib Umar merupakan tokoh masyarakat yang dihormati.
“Mestinya aparat di lapangan itu harus secara persuasif memberikan komunikasi dengan baik. Tapi dengan kejadian kemarin dengan Habib Umar sangat kami sayangkan. Apalagi Habib Umar ini tokoh yang dihormati, beliau punya muhibbin yang banyak sebagaimana disampaikan Ainul kepada media massa,” kata Irwan
Irwan meminta agar sebisa mungkin dihindari adanya kekerasan kepada warga dalam penegakan PSBB. “Kita belum pernah dengar di Jatim ada kekerasan yang dilakukan petugas terhadap warga selama PSBB. Nah ini apalagi kepada orangtua dan tokoh yang dihormati. Tentu tidak elok,” ujar anggota DPRD Jatim dua periode ini.
Ditambahkannya bahwa pihaknya mendukung adanya ketegasan dalam pemberlakuan PSBB, tapi jangan sampai berakhir dengan kekerasan.
Menurut Irwan, petugas sebaiknya bisa memahami sosiokultural masyarakat Jatim. “Saya yakin petugas sudah memahami bahwa penegakan aturan, terutama di Jatim, mesti ada aspek sosiokultural. Karena itu yang kemarin itu kita sebut oknum. Tindakan oknum yang tidak mengerti seperti ini jangan sampai  terjadi lagi,” tandasnya.
Di samping itu, Irwan menyesalkan peristiwa ini terjadi menjelang Lebaran. “Mestinya kita sedang siapkan suasana yang khidmat. Namun terjadi kegaduhan seperti ini. Sebaiknya ini bisa segera diselesaikan karena kita masih banyak menghadapi persoalan di masa pandemi ini,” ujarnya berharap.
Irwan juga menyampaikan bahwa Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Pasuruan bersama Anggota DPRD akan menjenguk Habib Umar di kediamannya. “Untuk sowan, silaturahim dan menengok kondisi beliau,” pungkas Kang Irwan, panggilan akrabnya. cty