Perbanyak Diagnosa COVID-19, Gubernur Khofifah Minta Tambahan Mesin PCR ke Presiden

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA (global-news.co.id)- Pemprov Jatim meminta tambahan peralatan untuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR) ke pemerintah pusat. Penambahan alat tes PCR ini diperlukan untuk memperbanyak kapasitas dalam pemeriksaan diagnosa COVID-19.
Permintaan itu disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengikuti rapat terbatas via video conference bersama Presiden Joko Widodo hari ini.
Rapat terbatas yang diikuti seluruh Gubernur di Pulau Jawa dan Bali itu digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.
“Saya harap Pak Presiden bisa memberikan tambahan (alat) PCR untuk deteksi COVID-19. Dengan semakin banyaknya mesin PCR di rumah sakit, kecepatan tes COVID-19 akan meningkat,” kata Gubernur Khofifah saat mengikuti rapat tersebut dari Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (12/5/2020).
Menurut Khofifah dengan mesin PCR deteksi COVID-19 bisa diketahui secara akurat yang kemudian bisa dilakukan tracing dan langkah selanjutnya.
Khofifah menjelaskan alat yang dipakai dalam pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus di Jawa Timur masih kurang. Sementara tes PCR yang berguna untuk mendiagnosa kasus COVID-19, dilakukan dengan mendeteksi material genetik virus corona.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan deteksi COVID-19 lebih cepat, keberadaan alat tersebut sangat diperlukan di rumah sakit. Di Jawa Timur, alat ini tersebar di beberapa Rumah Sakit, salah satunya adalah RSUD dr Soetomo yang memiliki dua mesin dengan kapasitas 350 kali tes perhari.
Menurut Khofifah, kapasitas tes PCR COVID-19 di Jatim baru mencapai 1.564 sampel per hari. Angka kapasitas tes PCR ini masih perlu ditingkatkan lagi.
“Persediaan reagen kita banyak. Selain butuh alat PCR, kami membutuhkan catridge lebih banyak agar bisa bekerja lebih masif,” ujar Khofifah.
Dia menambahkan, sejumlah puskesmas di Jawa Timur sudah memiliki peralatan tes PCR generasi expert yang selama ini digunakan dalam pemeriksaan TB.
“Apabila didukung dengan cartridge untuk COVID-19, maka bisa digunakan (untuk diagnosa kasus positif corona). Oleh sebab itu, ketersediaan cartridge tidak kalah pentingnya,” lanjut dia.
Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo mendukung penuh adanya penambahan alat PCR serta pasokan cartridge bagi rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan COVID-19.
“Saya minta, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pak Doni Monardo untuk segera cek stok, dan bisa disegerakan,” kata Jokowi.
Berdasarkan data Gugus Tugas yang dilansir BNPB, hingga Selasa (11/5/2020) 165.128 spesimen dari 119.738 orang telah diperiksa dengan Tes PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Jumlah tersebut tentu masih terlihat rendah jika dibandingkan total penduduk RI.
Update data kasus positif virus corona yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menunjukkan total jumlah pasien yang terinfeksi SARS-Cov-2 di seluruh Indonesia hingga Selasa (12/5/2020) telah mencapai 14.749.
Ini berarti ada kemungkinan jumlah total kasus positif corona di Indonesia akan menembus angka 15 ribu pasien pada pekan ini.
Sementara di antara 34 provinsi, DKI Jakarta dan Jawa Timur menjadi daerah dengan total jumlah kasus positif corona terbanyak.
DKI saat ini telah memiliki 5.375 kasus. Dalam sehari terakhir ada 99 kasus baru ditemukan di ibukota. Sedangkan Jawa Timur kini telah memiliki total kasus positif corona sebanyak 1.669 pasien. Ada penambahan 133 kasus baru di Jatim dalam 24 jam terakhir.
Angka kasus baru di Jatim itu merupakan yang tertinggi di Indonesia per 12 Mei 2020. Lonjakan jumlah kasus baru dalam 24 jam . erf, yan