Pengusaha Hanya Bertahan Sampai Juni, Gelombang PHK Ancam Jatim

Pelaku usaha beberapa sektor di Jatim memastikan, bila pandemi corona ini tak segera selesai akan terjadi PHK besar – besaran.

MALANG (global-news.co.id) – Pelaku usaha beberapa sektor di Jatim memastikan, bila pandemi corona ini tak segera selesai akan terjadi PHK besar – besaran.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto mengatakan, bila pandemi corona tak tahu kapan berakhirnya membuat pelaku usaha harus bertahan tanpa pemasukan. Hal ini menjadi beban pengeluaran, seperti pembayaran gaji karyawan hingga biaya operasional lainnya, lebih besar dibandingkan pemasukan. “Pasti kita mengalami kemampuan, pengusaha mampu bertahan hingga Juni. Kondisi ekonomi seperti ini berat juga,” ujar Suwanto saat ditemui di Balaikota Malang, Rabu (13/5/2020).

Saat ini ia dan rekan-rekan sesama pengelola pusat perbelanjaan di Malang Raya hanya bisa bertahan dengan kondisi ekonomi yang tak normal. “Kita sama-sama mencoba bagaimana mengatasi ini dengan baik dari segi ekonomi tetap bisa berjalan meskipun tidak bisa normal. Kemampuan kami hitung di sekitar Juni itu kalau tidak bisa bangkit ya sulit, mau tidak mau gelombang PHK bisa terjadi,” tuturnya.

Hal serupa diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono. Menurut Dwi, para pelaku usaha perhotelan dan restoran hanya bisa bertahan sampai Juni bila kondisi pandemi corona ini tak kunjung membaik. “Kekuatan pengusaha sampai Juni awal, setelah itu berat tidak boleh PHK, itu sampai Juni, sudah hitung tabungan, tidak mengambil dari tabungan tapi dari aset. Setelah jatuh tidak bisa dibangunkan, selain PHK harus jual aset,” ucap Dwi Cahyono.

Dengan kondisi saat ini para pelaku usaha per hotel dan restoran masih harus menggaji pegawai yang dirumahkan, meski di kisaran 50% dan 25%. “Itu sampai Juni, setelah itu tidak bisa menahan daripada langsung mengurangi neraca ya kita sendiri tidak bisa bangkit untuk operasional ya itu lebih baik,” ucapnya.

Di sektor perhotelan di Jawa Timur sendiri hingga Mei awal setidaknya 20 ribu pekerja terpaksa dirumahkan, sedangkan untuk pekerja restoran di Jatim yang dirumahkan menyentuh angka 29 ribuan. “Angka yang dirumahkan itu dikhawatirkan hampir 60%-nya PHK, kalau sampai Juni belum berakhir,” pungkasnya. sir, ins