Pemkot Surabaya Terima 4.000 Reagen dan 15 Ribu APD Bantuan Kemenkes

Istimewa
Pemkot Surabaya kembali menerima bantuan Alat Kesehatan (Alkes) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sabtu (2/5/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemkot Surabaya kembali menerima bantuan Alat Kesehatan (Alkes) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bantuan Alkes berupa reagen PCR (Polymerase Chain Reaction) dan Kit kali ini berjumlah 2
000. Sehingga total bantuan yang telah diterima pemkot hingga hari ini sebanyak 4.000 reagen dan 15 ribu APD.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, bantuan yang diterima ini merupakan serangkaian dengan bantuan yang sudah tiba, Kamis (30/5/2020) lalu. Ia memastikan bantuan reagen yang sudah datang itu segera diprioritaskan untuk pasien terlebih dahulu.
“Kemarin dua ribu, hari ini dua ribu, prioritasnya untuk pasien. Untuk sementara mungkin tenaga medisnya perwakilan dulu sambil tunggu yang belum datang,” kata Wali Kota Risma di Halaman Taman Surya, Sabtu (2/5/2020).
Ia menjelaskan, nantinya semua reagen tersebut akan didistribusikan sesuai dengan jumlah rumah sakit rujukan. Selanjutnya, reagen itu akan dibagikan kepada nakes per rumah sakit. “Jumlahnya sama rumah sakit satu dengan yang lain. Nanti dibagi di 20 rumah sakit,” katanya.
Selain reagen, Wali Kota Risma mengaku juga menerima ribuan APD dari Kemenkes.  Ia pun sangat gembira melihat puluhan kardus berisi APD sudah mendarat di Halaman Balai Kota Surabaya. Bahkan, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini pun langsung mengerahkan jajarannya untuk membongkar isi kardus sembari memasukkan kembali sesuai ukuran baju.
“XL dicampur sama L ya. Masing-masing 25 setel,” kata Wali Kota Risma saat memberikan instruksi kepada jajarannya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, dengan alat kesehatan itu diharapkan bisa memutus mata rantai penularan COVID-19, karena memudahkan pemilahan mana yang negatif dan positif. Maka dari itu, pihaknya memastikan segera menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
“Pemeriksaan secara masif terhadap OTG, ODP dan PDP sesuai data pemerintah kota akan terus dilakukan, apalagi sudah ada bantuan alat ini,” katanya. pur