Pemkot Surabaya Mulai Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak Corona Besok

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Hendro Gunawan (kanan) menjelaskan soal rencana mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak virus corona (COVID-19).

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemkot Surabaya mulai mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak virus corona (COVID-19), Rabu (6/5/2020) besok. Sedangkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa bantuan sosial (bansos) tunai akan disalurkan mulai Senin depan.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, ada dua macam bantuan yang akan disalurkan selama pandemi COVID-19 ini. Pertama, bantuan dari Kemensos berupa uang tunai Rp 600.000 selama tiga bulan.

“Bantuan ini akan diberikan kepada 174.332 KK (Kartu Keluarga). Data ini sudah diverifikasi oleh Kemensos. Tinggal mencairkan. Insya Allah pencairannya Senin depan,” kata Hendro, Selasa (5/5/2020).

Adapun metode pencairannya melalui PT Pos yang sudah bekerjasama dengan Kemensos. Nantinya, data 174.332 KK itu disalurkan ke PT Pos yang tersebar di Kota Surabaya. Kemudian, pihak PT Pos yang mengundang warga untuk mengambil bantuan di kantor PT Pos.  “Nanti jadwal penyalurannya akan diatur dan digilir oleh PT Pos. Jadi,  Pemkot Surabaya hanya support data basenya,” ujarnya.

Kedua, bantuan sembako yang akan diberikan kepada warga terdampak COVID-19. Warga di luar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang tidak pernah mendapatkan intervensi dari Pemkot Surabaya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim maupun pemerintah pusat.

Bantuan sembako ini berasal dari Presiden sebesar 10.000 paket sembako, bantuan dari Pemprov Jatim senilai Rp 200.000, bantuan dari pihak swasta dan Pemkot Surabaya. “Bantuan sembako ini untuk tiga bulan ke depan. Isi sembakonya bermacam-macam, tapi nilainya sama dengan nilai bantuan dari Kemensos Rp 600.000,” katanya.

Hendro mengatakan, jumlah warga terdampak COVID-19 hingga saat ini 27.023 KK. Data ini bergerak dinamis, sehingga warga terdampak yang belum mendapatkan bantuan, bisa mengajukan melalui Rukun Warga (RW). “Nanti, RW bisa memasukkan usulan warga terdampaknya, kemudian Dinsos akan melakukan verifikasi. Baru kemudian dilakukan penyerahan sembako bagi warga yang benar-benar berhak menerima,” katanya. pur