Pemkot Surabaya Minta Menkes Kirim Reagen PCR

Walikota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA (global-news.co.id) — Pemkot Surabaya secara khusus mengajukan reagen Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk tes swab sekitar 7.000 orang kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Berdasarkan jumlah yang diajukan tersebut, sekitar 2.000 rencananya diperuntukkan bagi pasien. Sedangkan 5.000 diperuntukan bagi tenaga kesehatan.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan banyaknya pasien yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), yang hingga saat ini masih menunggu tes swab, sembari melakukan isolasi mandiri. “Jadi kami minta bantuan ke Bapak Menteri Kesehatan (Menkes) sekitar tujuh ribu sekian. Dua ribu untuk pasien kami, karena pasien kami ada yang OTG, ODP dan PDP,” kata Risma di Surabaya, Jumat (1/5/2020).
Wali perempuan pertama di Surabaya itu mengaku, beberapa hari lalu, ia sempat berkomunikasi langsung dengan Menkes Terawan Agus Putranto, melalui sambungan telepon. Dia menjelaskan, pada 25 April 2020, bantuan berupa reagen PCR dari Kemenkes sudah disalurkan ke Tim Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur.
Namun, Risma mengaku belum menerima bantuan reagen PCR yang disalurkan melalui Tim Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur. Risma pun berharap, reagen PCR tersebut bisa segera diberikan untuk dilakukan tes swab kepada pasien.
“Karena itu saya menyampaikan ke Pak Menteri, hingga 29 April kami belum terima. Jadi mohon kami dibantu. Karena sebetulnya kalau ini dua ribu bisa kita tes semua kita akan bisa pisahkan segera. Mana yang positif, mana yang negatif,” ujar Risma.
Risma menilai, jika sudah dilakukan tes swab maka akan memudahkan pemerintah untuk memilah mana yang negatif dan positif, begitu pun dengan penanganannya. Apalagi, jika setelah dilakukan tes dan ditemukan terdapat yang positif, maka bisa segera ditangani.
“Kalau mereka negatif bisa kita pisahkan supaya tidak tertular. Karena selama ini kita cuma bisa tunggu, sehari bisa sampai empat atau enam yang dites. Kan ini berat buat kita,” ujar Risma.
Meski PSBB Surabaya sudah diterapkan, tapi kasus virus corona di Surabaya masih mengalami sedikit peningkatan.
Diketahui PSBB Surabaya, PSBB Sidoarjo, dan PSBB Gresik sudah diterapkan untuk menekan penyebaran virus corona sejak 28 April lalu.
Melansir dari data lawancovid-19.surabaya.go.id, kasus virus corona di Surabaya hingga 30 April  berjumlah 394 kasus. Dari 394 kasus ini, 104 kasus diketahui berada di daerah Surabaya Timur, kemudian 91 kasus berada di Surabaya Selatan. Surabaya Utara memiliki kasus sebanyak 90, sedangkan Surabaya Barat memiliki 58 kasus.
Daerah di Surabaya yang memiliki jumlah kasus paling rendah berada di Surabaya Pusat dengan jumlah 51 kasus. Kabar baiknya, jumlah pasien yang sembuh juga meningkat yakni 79 orang. pur