Pabrik Sampoerna Tutup Sementara, Gugus Tugas Beri Apresiasi

PT HM Sampoerna Tbk menutup sementara pabriknya di Rungkut 1 dan Rungkut 2 selama tiga pekan terhitung sejak 11 Mei 2020 atau mulai penerapan PSBB Surabaya Raya tahap dua.

SURABAYA (global-news.co.id) — Keputusan PT HM Sampoerna Tbk menutup sementara pabriknya di Rungkut 1 dan Rungkut 2 selama tiga pekan terhitung sejak 11 Mei 2020 atau mulai penerapan PSBB Surabaya Raya tahap dua, sebagai langkah tepat. Dari hasil tes, total positif COVID-19 dari pabrik PT HM Sampoerna Tbk sebanyak 69 orang.

“Saat situasi sudah kembali membaik dan normal nantinya, pabrik dapat beroperasi kembali mengingat banyaknya jumlah tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di perusahaan itu,” kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya M Fikser di Surabaya, Rabu (13/5/2020).

PT HM Sampoerna melakukan penutupan sementara dua pabriknya di Rungkut 1 dan 2 demi mendukung perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya hingga 25 Mei 2020. Upaya itu juga dilakukan demi menghambat penyebaran penularan COVID-19 di Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya mendukung kebijakan Sampoerna dengan tetap membayar upah para karyawan secara penuh dan menunaikan kewajiban perusahaan untuk memberikan THR selama kegiatan produksi dihentikan.

Fikser mengatakan, karyawan Sampoerna yang telah terdeteksi terpapar COVID-19 juga telah ditangani sesuai dengan protokol kesehatan. Semua pasien yang positif sudah ditangani di rumah sakit, sedangkan keluarga pasien juga menjalani tes swab PCR.

“Jadi, dulu awalnya kan rapid test (tes cepat), ketahuan yang reaktif lalu dilakukan tes swab PCR untuk keluarganya oleh pemerintah kota. Keluarga pasien juga terus diperhatikan, salah satunya dengan pemberian dukungan berupa makanan sehat dan bergizi,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya itu.

Pada awalnya terdapat dua karyawan pabrik PT HM Sampoerna Tbk yang positif terinfeksi COVID-19 dan sudah dirawat di rumah sakit, namun keduanya telah meninggal dunia. Menindaklanjuti kasus tersebut, Tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim melakukan penelusuran terhadap sekitar 500 karyawan pabrik rokok HM Sampoerna.

Semua karyawan tersebut kemudian dilakukan tes cepat dan hasilnya 100 orang dinyatakan reaktif COVID-19. Karyawan yang hasilnya reaktif langsung diisolasi dan dilakukan tes swab PCR secara bertahap. Hasil untuk tes swab tahap pertama dari 46 orang, yang reaktif 34 orang. Sedangkan, tahap kedua dari 54 orang yang ikut swab dinyatakan reaktif 29 orang sehingga total positif COVID-19 berjumlah 63 orang atau 65 orang termasuk dua karyawan yang meninggal. pur