Klaster Sampoerna Mendominasi Penambahan Pasien Positif COVID-19 di Gresik

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali, Rabu (20/5/2020).

GRESIK (global-news.co.id) — Kasus positif corona di Gresik bertambah lagi 8 orang hari ini.  Tiga orang dari Kelurahan Kebomas, satu dari Desa Indro, satu dari Desa Singosari, satu asal Desa Randuagung, dan dua dari Menganti.
Semua tambahan tersebut, berasal dari 4 klaster Sampoerna, 3 dari transmisi lokal, dan 1 dari klaster Surabaya. Sehingga, klaster Sampoerna sekarang menjadi 14 orang dengan 3 diantaranya masuk data Surabaya.
“Tambahan 4 klaster Sampoerna itu dari sebelumnya yang dilakukan tes swab terhadap 36 orang itu. Dari 36 itu sudah dinyatakan positif 10 orang dan 1 kasus awal,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali, Rabu (20/5/2020).
Dia menjelaskan dengan tambahan delapan pasien positif, total kasus di Gresik menjadi 67 pasien. Rinciannya 12 orang sembuh, 48 dirawat dan tujuh orang meninggal dunia.
Ia menambahkan, dengan adanya tambahan itu, pihaknya akan terus melakukan tracing pada warga yang terpapar. Langkah ini diambil supaya virus COVID-19 tidak menyebar. “Tracing akan terus kami galakkan. Ini untuk menghindari supaya tidak menyebar kemana-mana. Selain itu, isolasi mandiri juga sangat penting guna memutus mata rantai COVID-19,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik AM Reza Pahlevi mengatakan untuk pasien OTG berjumlah 225 orang, dan Orang Dalam Risiko (ODR) ada 1.119 orang dan yang sudah lepas pengawasan 1.074 orang. sep