Jelang Lebaran, Bank Mandiri Jatim Siapkan Uang Tunai Rp 4,4 Triliun

 

Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 menyiapkan uang tunai sebesar Rp 4,4 triliun untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat Jatim jelang Lebaran 2020.

SURABAYA (global-news.co.id) – Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 (Jawa Timur) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 4,4 triliun untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat Jatim jelang Lebaran 2020. Jumlah itu turun 35,29 persen dibandingkan prediksi kebutuhan uang tunai yang sebesar Rp 6,8 triliun.
Penurunan tersebut disebabkan kebijakan larangan mudik dari pemerintah. Pelarangan mudik ini bertujuan memutus rantai penyebaran COVID-19. Hal itu membuat transaksi penarikan tunai nasabah berkurang.
“Dari jumlah uang tunai yang kami siapkan, untuk mesin ATM Mandiri sebesar Rp 3,2 triliun dan Rp 1,2 triliun ditempatkan di kantor-kantor cabang Bank Mandiri diseluruh Jawa Timur. Jumlah mesin ATM yang tersebar di seluruh Jatim sendiri ada 2.219 unit, dan untuk mesin EDC ada 24.186 unit,” kata Regional CEO Bank Mandiri Jatim I Gede Raka Arimbawa, Jumat (15/5/2020).
Dia menambahkan, pihaknya juga mendukung pemerintah dalam pembatasan sosial. Saat ini, Bank Mandiri telah melakukan penutupan sementara kantor cabang sebesar 48,32 persen. Pasalnya dengan imbauan pemerintah mengurangi aktivitas di luar, berimbas kepada jumlah transaksi di cabang yang semakin menurun.
“Maka kami mengimbau nasabah aktif menggunakan layanan Mandiri Online terbaru untuk memenuhi kebutuhan transaksi keuangan termasuk melakukan transaksi pembayaran, transfer, pembayaran pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, pembukaan rekening deposito dan transaksi lainnya,” jelasnya.
Selama libur Lebaran 22 – 25 Mei, lanjut dia, ada 15 kantor cabang Bank Mandiri di Jatim yang masih tetap beroperasi dengan jam terbatas melayani nasabah. Terutama penyetoran uang BBM, termasuk emergency call untuk membantu nasabah yang kesulitan misalnya ATMnya tertelan mesin, atau terblokir.
“COVID-19 berdampak luas pada hampir seluruh sektor. Untuk itu, kami melakukan restrukturisasi pinjaman untuk Small Medium Enterprise (SME) dan usaha mikro,” tandas Gede. tri, sin