Hasil Tes Swab 165 Karyawan Sampoerna Jadi Misteri

Ketua Rumpun Kuratif Gugas Jatim dr Joni Wahyuhadi

SURABAYA (global-news.co.id) –Perkembangan kasus CoronavirusDisease atau COVID-19 di lingkungan PT HM Sampoerna Tbk memunculkan pertanyaan terkait hasil tes swab PCR yang dilakukan kepada 165 karyawannya. Karena sampai Rabu (6/5/2020) malam,  Gugus Tugas COVID-19 Jatim belum memperoleh penjelasan rinci dan terang dari pihak perusahaan.
Informasi awal yang diperoleh Gugas Jatim, 165 karyawan itu dites swab PCR secara mandiri oleh pihak perusahaan di sebuah rumah sakit di Surabaya, setelah dua karyawan diketahui terkonfirmasi positif corona dan meninggal dunia pada pertengahan April 2020. Itu di luar 323 karyawan yang di-rapid test setelah Gugas Jatim mengintervensi.
Sampai sekarang, tim Gugas Jatim belum memperoleh informasi lebih rinci di RS mana ke-165 karyawan itu dites swab PCR dan bagaimana hasil tesnya. “Kalau yang 165 ini, sudah dikirim (datanya) sebetulnya sih, cuma nggak jelas, tapi (dijanjikan) nanti akan diemail ke saya lebih tepat lagi, yang positif yang mana (dan yang tidak). Jadi, tindaklanjutnya seperti itu,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugas Jatim Joni Wahyuhadi dalam konferensi pers melalui live streaming, Rabu (6/5/2020).
Sebelumnya, di luar 165 karyawan yang di-swab sendiri oleh pihak perusahaan, sebanyak 323 karyawan Sampoerna di-rapid test oleh tim Gugas Jatim dan hasilnya 91 orang reaktif (positif berdasarkan rapid test). Mereka kemudian diisolasi mandiri di sebuah hotel di Surabaya dan dilakukan tes swab secara bergelombang.
Dari hasil swab PCR gelombang pertama dan kedua, terkonfirmasi sebanyak 63 karyawan positif sorona. Sementara 46 karyawan sisanya baru dilakukan tes swab dan menunggu hasil.
Karyawan Sampoerna yang di hotel pertama itu sudah dipindah semua dan ada di hotel kedua. “Tentunya sudah di-swab semua, insya Allah 1-2 hari ini ada hasil. Kami monitoring terus,” ujar Joni.
Klaster Sampoerna bermula ketika ada dua karyawan PT HM Sampoerna Tbk yang bekerja di pabrik Rungkut 2 Surabaya terkonfirmasi positif corona dan meninggal dunia. Manajemen langsung menutup pabrik dan menghentikan kegiatan produksi. Rapid test dan tes swab pun dilakukan secara maraton terhadap sekitar 500 karyawan. Hasilnya, sementara ini 65 karyawan terkonfirmasi positif corona.
Sedangkan jumlah kasus COVID-19 di Jatim hingga Rabu (6/5/2020) bertambah 58 sehingga total berjumlah 1.220 kasus. Dari jumlah itu, sebayak 883 pasien masih menjalani perawatan, pasien sembuh sebanyak 205 orang, dan yang meninggal dunia sebanyak 132 pasien.
Ke-58 kasus baru itu tersebar di 17 kabupaten/kota. Rinciannya, di Kota Surabaya 17 kasus; di Kabupaten Sidoarjo 11 kasus; di Kabupaten Gresik 6; di Kabupaten Ngawi 5 kasus; di Kabupaten Madiun 3 kasus; 2 kasus masing-masing di Kabupaten Malang, Bangkalan, Kediri, dan Kota Mojokerto; dan 1 kasus masing-masing di Kota Batu, Lumajang, Nganjuk, Banyuwangi, Kota Madiun, Kabupaten Lamongan, Jember dan Bondowoso.
Penambahan kasus corona selama dua hari terakhir di Jatim terbilang banyak, setelah sempat menurun pada Senin.(4/5/ 2020). Pada Selasa (5/5/2020),  tercatat tambahan kasus sebanyak 38 dan disusul Rabu (6/5/2020) 58 kasus. Karena itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan masyarakat agar melipatgandakan kewaspadaan dengan mematuhi protokol COVID-19 yang diserukan pemerintah. tri, pur