Gubernur Khofifah dan Forkopimda Jatim Tinjau Format Ganjil Genap Pasar Klojen Malang

Gubernur Jatim bersama jajaran Forkopimda Jatim meninjau langsung pedagang sayur di Pasar Klojen Kota Malang, Kamis (14/5/2020) pagi.

MALANG (global-news.co.id) — Hari pertama Sosialisasi PSBB Malang Raya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangdivif II Kostrad serta Kasko Armada II  turun langsung meninjau kesiapan pelaksanaan PSBB di Malang Raya di  pasar tradisional di Kota Malang, Kamis (14/5/2020).
Peninjauan ini terkait dengan pelaksanaan format ganjil genap di pasar tradisional, yang dirasa Gubernur Khofifah menjadi penting untuk tetap menjaga roda perekonomian sekaligus menjaga kesehatan penjual dan pembeli.
“Jangan sampai pasarnya tutup, proses jual beli perdagangan tetap jalan, tetapi menjaga kesehatan juga harus dilakukan,” ungkap Gubernur Khofifah seusai berkeliling meninjau Pasar Klojen, Kota Malang, Kamis (14/5/2020) pagi.
Format ganjil genap seperti di Pasar Klojen, diharapkan Gubernur Khofifah agar bisa diikuti pasar-pasar lainnya.
Dijelaskannya Kamis kemarin ada empat pasar yang menerapkan format ganjil genap. Jumat akan dikembangkan di  26 pasar lain.
“Informasi Pak Wali, Jumat besok ada 26 pasar di Kota Malang  akan menggunakan ganjil genap semua. Semoga efektif untuk menjaga perekonomian masyarakat tetapi kesehatan tetap terlindungi,” tutur Khofifah.
Pelaksanaan format ganjil genap sendiri dilakukan dengan sistem penomoran di setiap stan penjual sebagai acuan jadwal berjualan. Pada hari pertama sosialisasi PSBB ini, jadwal penjual bernomor stan ganjil yang mendapat giliran berjualan. Sementara stan dengan nomor genap bisa berjualan keesokan hari.
“Masing-masing penjual sudah tahu, bahwa hari ini yang ganjil yang berjualan. Besok yang genap yang berjualan,” imbuhnya.
Dengan format seperti ini, terlihat beberapa stan kosong tanpa penjual maupun barang dagangannya. Sehingga, format physical distancing pun bisa tetap terjaga. Protokol kesehatan lainnya juga terlihat di setiap penjuru pasar. Penempatan hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh juga terlihat di pintu masuk pasar. Hal tersebut tak lain untuk menjaga keamanan penjual dan pembeli yang tengah berbelanja.
“Jadi physical distancing berseiring dengan proses perekonomian supaya roda ekonomi tetap bergulir,” ujar gubernur yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI itu.
Didampingi Walikota Malang Sutiaji, Gubernur Khofifah juga menyampaikan harapan besar agar format ganjil genap juga bisa diterapkan di wilayah selain Malang Raya.
“Format ini tidak hanya untuk yang sedang PSBB, saya rasa se-Jawa Timur dan daerah-daerah lain juga bisa dijadikan role model,” katanya. sir, tri