Dewan Minta Pemilik Usaha Terbuka Soal Pekerjanya dan Taati Protokol Kesehatan

Anggota Komisi B DPRD Jatim Aufa Zhafiri

SURABAYA (global-news.co.id)–
Ditemukannya sejumlah klaster baru penyebaran virus corona baru atau COVID-19 khususnya di pabrik rokok  mendapat perhatian anggota dewan Jatim. Agar klaster tak meluas, para pemilik usaha diminta bersikap terbuka atas kondisi para karyawannya. Selain itu soal penanganan pandemi wabah COVID- 19 jangan hanya diserahkan kepada pemerintah yang jelas anggaran maupun SDMnya cukup terbatas.
Anggota Komisi B DPRD Jatim Aufa Zhafiri menegaskan seharusnya pelaku usaha sama-sama memproteksi diri untuk menekan penyebaran virus COVID-19. Atau paling tidak menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kantornya,  di antaranya lewat physychal distancing dan social distancing. Tapi yang terjadi dalam bekerja tidak ada jarak, bahkan karyawan tidak bermasker.
“Seharusnya pemilik usaha juga berupaya membuka diri dengan ikut serta menghentikan penularan virus corona. Artinya tetap menghormati protokol kesehatan dan sejumlah imbauan pemerintah. Semuanya tidak bisa diserahkan ke pemerintah karena anggaran dan SDM yang dimiliki juga terbatas,” tegas politikus asal Partai Gerindra Jatim, Rabu (6/5/2020).
Hal ini diperparah dengan tempat tinggal para pekerja rokok Sampoerna misalnya, berhimpit2an yang rentan penularan virus corona.
“Sejak awal jika para pelaku usaha peduli dengan protokol kesehatan, saya yakin tidak sampai terjadi pendemi dan positif corona hingga ada yang meninggal dunia,” papar Aufa.
Untuk diketahui infeksi karyawan pabrik rokok Sampoerna menjadi klaster COVID-19 di Jatim.  2 karyawan positif corona telah meninggal dunia. Sebanyak 63 karyawan lainnya positif corona dan ratusan karyawan lain menunggu hasil tes.
Setelah klaster Sampoerna ditemukan klaster lain yakni klaster pabrik rokok Mustika Tulungagung dan Klaster  Pujon Malang. Munculnya klaster-klaster baru di Jatim ini menjadi perhatian serius baik dari DPRD Jatim dan Gubernur Jatim,   agar penularan wabah COVID-19 ini bisa dihentikan dan tidak memunculkan klaster baru. cty