Bupati Badrut Tamam Minta Masyarakat Kompak Putus Penyebaran Corona

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam meminta dengan hormat serta sangat tulus kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi tulus dalam menangani penyebaran Covid-19 di daerahnya. Sebab tanpa adanya kekompakan partisipasi dari semua elemen penanganan tidak akan berjalan cepat dan maksimal.

Dia menegaskan bahwa Satgas Penanganan Covid-19 bersama pihak terkait mengaku mendapatkan banyak kesulitan di antararanya terkait tingkat kesadaran masyarakat yang masih belum massif dan merata di masyarakat. Misalnya, muncul dari pihak pasien itu sendiri.

“Masih ditemukan pasien yang hasil analisa dan rapid testnya positif, kita kadang- kadang masih gontok-gontokan, masih debat bersama beberapa pihak untuk dimasukkan di ruang perawatan khusus. Bahkan ada perawat yang harus menunggu lama hingga mencapai 7 jam untuk mengajak pasien dibawa ke tempat perawatan,” katanya kepada wartawan dalam konferensi pers di Pendopo Ronggosukowati, Selasa (5/5/2020) sore .
Badrut Tamam yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Pamekasan ini mengungkapkan banyak perawat yang mamakai Alat Pengaman Diri (APD)  lengkap itu sampai kelelahan karena saking lamanya menunggu pasien untuk mau dan bisa menyadari untuk mendapat pelayanan di tempat perawatan yang disediakan pemerintah di rumah sakit.

“Artinya apa, sehat ini milik semua orang masyarakat, tugas kita gugus tugas covid-19 adalah melakukan tracking melakukan sosialisasi yang massif kepada masyarakat, menciptakan kesadaran baru akan bahaya covid-19 serta memberikan bantuan layanan kesehatan yang maksimal dan social safety nett. Semua ini dilakukan oleh kita akan terhambat jika partisipasi masyarkat tidak bersamaan dengan keinginan kita semua,” tuturnya.

Dia menegaskan tugas berat itu bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan perang melawan covid ini tugas semua elemen terkait. Perlu kejujuran dari semua pihak termasuk para pihak yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP)  maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Karena para tenaga perawat yang ada juga memiliki kekhawatiran, dan yang paling berbabahaya di antaranya adalah mereka yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Karenanya kami Pemkab memohon kepada kita semua ayo kita kerjasama untuk perang melawan Covid 19 dimulai dari hulunya, di tengah masyarakatnya dulu. Pemkab akan terus bekerja dengan maksimal, tetapi kerja maksimal perlu kerjasama juga dari semua pihak dari semua elemen, dari masyarakat secara umum untuk cuci tangan pakai sabun pakai masker jaga jarak hindari kerumunan dan lainnya,” tuturnya.

“Harapan kita ayo bareng bareng perang melawan covid-19 dan tugas pemerintahan memberikan pelayanan maksimal dengan cara maksimal dan strategi yang maksimal, kita kerja siang malam kita persembahkan untuk masyarakat kabupaten  Pamekasan. Yang aneh kadang kadang ngajak untuk social distancing malah kita ditertawain, ya itu resiko pengabdian,” pungkasnya. (mas)