36 Karyawan Sampoerna Terkonfirmasi Positif, Ratusan Tunggu Hasil PCR

Total karyawan Sampoerna yang terkonfirmasi positif corona melalui tes swab PCR mencapai 36 orang.

SURABAYA (global-news.co.id) – Total karyawan pabrik rokok Sampoerna yang terkonfirmasi positif corona melalui tes swab PCR mencapai 36 orang.
Rinciannya dua di antaranya adalah kasus pertama klaster Sampoerna dan sudah meninggal dunia beberapa hari lalu. Sedangkan 34 orang hasil tes swab PCR gelombang pertama.
Ratusan karyawan lainnya masih menjalani proses rapid test yang akan ditindaklanjuti dengan tes swab PCR untuk keakuratannya.
“Ini mengejutkan,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jatim Joni Wahyuadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/5/2020) malam.
Joni Wahyuadi mengatakan, sejak dua kasus positif ditemukan di klaster Sampoerna, tim melakukan tes swab PCR gelombang pertama terhadap 46 karyawan. Hasilnya, 34 orang dinyatakan positif.
Untuk diketahui kasus virus corona atau COVID-19 di Jawa Timur bertambah 80 pada Jumat (1/5/2020). Dari jumlah itu, 58 kasus di antaranya di Kota Surabaya. Dan dari 58, ada 34 di antaranya adalah karyawan PT HM Sampoerna yang bekerja di pabrik Rungkut 2.
Joni menjelaskan, manajemen Sampoerna kooperatif dan sejak 28 April 2020 lalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Jatim maupun Kota Surabaya.
“Akhirnya kita lakukan tracing-tracing dan eksplorasi data-datanya, akhirnya mereka (Sampoerna) mengumpulkan secara mandiri yang positif-positif rapid test,” tandasnya.
Klaster Sampoerna muncul setelah dua karyawan yang bekerja di pabrik Rungkut 2 dinyatakan positif corona dan meninggal dunia. Segera setelah itu pihak manajemen menutup dan menghentikan sementara kegiatan produksi.
Rapid test langsung dilakukan terhadap 323 karyawan, hasilnya 100 reaktif. Dari jumlah itu, 46 orang dilakukan swab PCR gelombang pertama dan hasilnya Jumat ini terkonfirmasi positif. Di luar itu, sebelumnya sudah dilakukan swab PCR terhadap 163 karyawan. Hasilnya sampai sekarang belum keluar.

Ketidakjujuran Berbuah Petaka
Pemkot Surabaya menyikapi adanya klaster baru penularan virus corona (COVID-19) di lokasi pabrik rokok Sampoerna di kawasan Rungkut.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan kasus tersebut bermula dari adanya karyawan di pabrik rokok yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tidak jujur dan memilih tetap bekerja.
“Padahal, pasien itu harus menjalani karantina. Itu masalahnya,” kata Walikota Risma, Jumat (1/5/2020).
Menurut Risma, kasus di pabrik tersebut sebetulnya bukan klaster baru karena sudah diketahui oleh pihak puskesmas setempat, tetapi kurang pengawasan.
Untuk itu, kata Risma, Pemkot Surabaya bekerjasama dengan TNI dan Polri saat ini terus melakukan upaya penelusuran (tracing) atau melacak PDP tersebut.
“Jika hanya dilakukan puskesmas sendiri, masih kurang. Makanya sekarang semua data pasien sudah masuk ke TNI dan Polisi, bahkan nomor telepon juga dilacak polisi,” katanya.
Tracing dilakukan, untuk memastikan agar tidak ada lagi mata rantai penyebaran virus corona di Surabaya. Selain itu, ada sejumlah karyawan juga dikarantina di salah satu hotel setelah diketahui dari hasil rapid test.
“Kita masukkan dulu ke hotel. Kan belum tentu positif virus corona karena dia baru rapid test belum swab PC. Jadi makanya kita masukkan dulu dia di hotel,” katanya. tis, pur