22 Mei: Tambah 159 Kasus, Pasien Positif Corona di Jatim Tembus 3.095 Orang

 

Update corona di Jatim hingga 22 Mei 2020.

Sebaran corona di Jatim hingga 22 Mei 2020.

Sebaran corona di Jatim hingga 22 Mei 2020.

SURABAYA (global-news.co.id) — Penambahan kasus positif virus corona (COVID-19) di Jawa Timur masih terjadi. Per Jumat (22/5/2020) tercatat ada tambahan 159 pasien baru sehingga total pasien positif di Jatim mencapai 3.095 orang.
Dari jumlah itu, pasien yang hingga kini masih menjalani perawatan sebanyak 2.385 orang. Hal itu setara dengan 77,06 pasien dari total keseluruhan kasus.
“Hari ini tambah 159 pasien,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (22/5/2020) malam.
Selanjutnya, tambahan 159 pasien itu rinciannya yakni, 51 di Surabaya, 27 di Sidoarjo, 28 di Gresik, 3 di Kabupaten Madiun, 1 di Kota Batu, 18 di Kabupaten Kediri dan 1 di Jombang.
Kemudian 1 di Kota Kediri, 4 di Magetan, 2 di Kabupaten Mojokerto, 2 di Tulungagung, 2 di Kabupaten Malang, 2 di Kota Malang, 1 di Kota Mojokerto, 3 di Nganjuk, 4 di Pacitan, 1 di Bangkalan dan 2 di ABK kapal.
Pasien terkonversi negatif atau sembuh juga mengalami pertambahan sebanyak 13. Rinciannya yakni 1 di Kota Surabaya, 3 di Kabupaten Madiun, 2 di Kabupaten Malang, 1 di Lumajang, 1 di Sidoarjo, 3 di Nganjuk, 1 di Tuban dan 1 di Kabupaten Blitar.
Dengan pertambahan tersebut, maka kini total pasien terkonversi negatif atau sembuh di Jatim yang telah berjumlah 426 orang atau setara dengan 13,76 persen.
“Pasien sembuh sudah 426, ada tambahan cukup signifikan 13,76 persen,” kata Khofifah.
Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia juga bertambah sebanyak 15 orang hari ini. Rinciannya 9 di Kota Surabaya, 1 di Kabupaten Tulungagung, 4 di Kabupaten Sidoarjo, 1 di Kabupaten Pasuruan dan 1 di Kota Malang.
Maka total pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di Jatim berjumlah 273 orang. Angka itu setara dengan 8,82 persen. “Sementara meninggal 273 pasien, setara 8,82 persen,” ujarnya.
Sementara itu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim saat ini tercatat ada 5.499 pasien. Sebanyak 2.947 pasien di antaranya masih diawasi, 2.471 pasien selesai diawasi atau sembuh, dan 531 pasien lainnya meninggal dunia
Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 23.423 orang, yang masih dipantau 4.046 orang, selesai dipantau 19.283 orang, dan 94 orang lainnya meninggal dunia.
Dengan meningkatnya jumlah pasien positif COVID-19 tersebut Khofifah pun ingin memaksimalkan kapasitas rumah sakit darurat, atau rumah sakit lapangan.
Saat ini RS Lapangan COVID-19 Jatim yang didirikan di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jalan Indrapura Surabaya, berkapasitas 200 orang, dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang. RS ini rencananya diperuntukkan bagi pasien konfirmasi positif baru yang terkategori ringan. Melalui pembagian seperti itu, kata dia daya tampung di rumah sakit rujukan akan semakin besar. Dan pada saat yang sama, makin banyak juga pasien-pasien yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan. Walaupun RS Lapangan ini diperuntukkan bagi pasien COVID-19 kategori ringan, namun kelengkapan alat medis, keamanan dan keselamatan tenaga medis tetap menjadi perhatian. tri, erf, ins