19 Mei: Corona Jatim 2.372 Kasus, Khofifah Sebut Imbas Tes Masif

Update corona di Jatim hingga 19 Mei 2020.

SURABAYA (global-news.co.id)– Kasus positif virus corona (COVID-19) di Jawa Timur kembali bertambah. Selasa (19/5/2020) tercatat ada tambahan sebanyak 91 pasien, sehingga total kasus konfirmasi positif di Jatim mencapai 2.372 orang.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan dari 2.372 pasien tersebut, yang masih menjalani perawatan hingga kini berjumlah 1.746 orang, atau setara dengan 73,61 persen.
“Total tambahan positif hari ini adalah 91 orang yang terkonfirmasi positif,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (19/5/2020) malam.
Khofifah mengatakan tambahan 91 pasien itu terbanyak 60 orang dari Surabaya, 5 dari Sidoarjo, 6 dari Sampang, 1 dari Pamekasan, 2 dari Kabupaten Malang, 1 dari Jombang, 1 dari Kabupaten Kediri.
Kemudian 1 dari Bondowoso, 1 dari Kota Mojokerto, 1 dari Kabupaten Ponorogo, 3 dari Kabupaten Mojokerto, 2 dari Bangkalan, 2 dari Kabupaten Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Kediri, 1 dari Tuban dan 2 dari Bojonegoro.
“Dari 91 orang pertama tambahan terbanyak dari Surabaya 60 orang, di bawah Surabaya ada Bangkalan 6 orang dan Sidoarjo 5 orang,” kata dia.
Ia mengatakan lonjakan jumlah pasien ini merupakan hasil upaya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim dan daerah yang gencar melakukan rapid test dan swab test Polymerase Chain Reaction (PCR).
Dengan makin banyaknya kasus yang terdeteksi, maka hal itu akan menunjang kesiapsiagaan seluruh layanan medik, untuk mengambil langkah antisipasi.
“Jadi sebetulnya dengan atau tanpa PSBB kalau rapid test dimasifkan dan swab dilakukan secara masif, tracing dilakukan secara progresif maka peta baru akan segera bisa diantisipasi sehingga kesiapsiagaan seluruh layanan medik juga bisa diantisipasi,” ucapnya.
Sedangkan umlah pasien terkonversi negatif atau sembuh di Jatim juga mengalami pertambahan. Tercatat sebanyak 12 pasien telah sembuh dari jerat COVID-19.
Rinciannya yakni 2 dari Kota Surabaya, 1 dari Lumajang, 2 dari Kabupaten Nganjuk, 1 dari Kabupaten Jember, 1 daru Ponorogo, 1 dari Kabupaten Bangkalan, 1 dari Kabupaten Tuban dan 1 asal Situbondo.
Dengan pertambahan tersebut, kata Khofifah, maka total pasien di Jatim yang telah dinyatakan sembuh telah tercatat sebanyak 387 orang, atau setara 16,32 persen. “Yang sembuh bertambah 12 menjadi 387 orang,” ujarnya.
Sementara jumlah pasien meninggal sebanyak 6 orang. Khofifah mengatakan keenam pasien seluruhnya dari Kota Surabaya. Dengan tambahan itu maka total pasien meninggal akibat COVID-19 di Jatim berjumlah ada 230 orang, atau setara 9,70 persen.”Hari ini kita juga berduka ada 6 orang lagi yang meninggal, keenamnya dari Surabaya,” katanya.
Sementara itu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim saat ini tercatat ada 5.198 pasien. Sebanyak 2.418 pasien di antaranya masih diawasi, 2,288 pasien selesai diawasi atau sembuh, dan 492 pasien lainnya meninggal dunia
Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 22.985 orang, yang masih dipantau 4.024 orang, selesai dipantau 18.869 orang, dan 92 orang lainnya meninggal dunia. tri