Terpapar di Pasar PPI Surabaya, Penjual Nasgor Asal Blitar yang Positif Corona

Suasana Pasar PPI di Kecamatan Krembangan Surabaya saat ini masih ditutup sementara setelah 30 warga di perkampungan yang berdekatan dengan pasar positif corona.

BLITAR (global-news.co.id) – Penjual nasi goreng yang mudik dari Surabaya ke Blitar diketahui terifeksi virus coeona baru atau COVID-19. Pria 67 tahun ini mengalami gejala klinis sejak berjualan di Pasar PPI Surabaya.
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Pemkab Blitar Krisna Yekti menjelaskan, sebelum memutuskan mudik ke Blitar, pria itu sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Surabaya.
Jadi sebelum mudik ke Blitar, dia dirawat di Rumah Sakit PHC Surabaya 10 April lalu. Kemudian pada 12 April menjalani pemeriksaan lebih lanjut, swab.  “Yang bersangkutan  pada 13 April sudah dipulangkan,” terangnya, Sabtu (18/4/2020).
Hasil tracing Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, warga Kecamatan Kesamben ini sudah lama tinggal dan bekerja di Krembangan Surabaya. Dia tinggal sendiri dan beraktivitas sebagai pedagang saat pagi dan malam hari.
“Kalau pagi jualan ikan segar di Jalan Gresik Pasar PPI. Kalau malam jualan nasi goreng keliling,” imbuh Krisna.
Karena kondisinya masih lemah dan tidak ada keluarga lain di Surabaya, dia lalu memutuskan mudik ke Blitar pada 15 April. Ketika tiba di kampungnya, pria itu kemudian memeriksakan diri ke sebuah klinik di wilayah Selorejo Blitar.
Lalu pada 16 April, kondisinya makin melemah hingga dievakuasi petugas dengan APD lengkap menuju RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
“Nah kami menerima informasi kalau dia positif dari Pemprov Jatim ya tanggal 16 April itu. Makanya notifikasi pelaporan positif sudah dilakukan pihak Surabaya. Kabupaten Blitar tidak melaporkan lagi,” pungkasnya. nas, dtk