Rame-rame Donasi Plasma Darah untuk Lawan Covid-19

SURABAYA (global-news.co.id) – Setelah dinyatakan sembuh dari dari Covid-19, sejumlah tokoh mendonasikan plasma darah untuk membantu melawan corona. Terbaru, aktor asal Amerika keturunan Korea, Daniel Dae Kim.

Melalui akun instagramnya, aktor Daniel Dae Kim membagikan momen saat dirinya sedang menyumbangkan plasma darahnya untuk kepentingan penyembuhan Covid-19.

Melalui akun instagramnya, aktor asal Amerika keturunan Korea, Daniel Dae Kim membagikan momen saat ia sedang menyumbangkan plasma darahnya.  “Aku dan plasmaku. Senang bisa menyumbangkan ini agar antibodiku bisa membantu orang lain melawan Covid-19,” tulis Kim seperti dikutip di Instagramnya, Rabu (29/4/2020).

Daniel Dae Kim sempat dinyatakan terinfeksi virus corona atau Covid-19. Usai menjalani karantina mandiri dan meminum sejumlah obat, dia telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Aktor Lost ini juga mengajak penyintas Covid-19 untuk mengikuti jejaknya.

Sebelum Kim, Tom Hanks dan sang istri, Rita Wilson, juga ikut berpartisipasi dalam penelitian vaksin virus Covid-19. Rita mengatakan, mereka telah mendonorkan darah. “Kami baru-baru ini menjadi bagian dari penelitian, kami mendonorkan darah dan menunggu kabar apakah antibodi kami bisa diolah menjadi vaksin,” ujarnya saat wawancara dengan CBS This Morning’s.

“Tetapi apakah kami dapat mendonorkan plasma yang nantinya dapat digunakan pasien virus Corona karena kami sudah imun,” tambah Rita yang bersama suaminya terdeteksi positif Covid-19 saat berada di Australia.

Di Indonesia, Ratri Anindyajati, pasien 03 yang berhasil sembuh dari virus corona juga telah mendonorkan plasma darahnya untuk penelitian vaksin Covid-19. Dia pun membagikan upayanya itu di akun Instagram pribadinya @ratrianindya pada Sabtu (18/4/2020).

Yaaayy I did it. Proses pengambilan plasma darahku berhasil dengan lancar dan ternyata enggak sebegitu menyeramkannya loh, hehehe. I know, aku katro banget karena penakut banget sampai Ibu harus pegangin tangan sebelah kiri supaya aku tenang dan santai,” tutur Ratri menunjukkan rasa leganya.

Menurut Ratri, total ada 200 cc plasma darahnya yang diambil dan memakan waktu hampir 1 jam. Petugas medis menggunakan alat khusus sehingga dapat menyaring plasma darah yang berwarna putih kekuningan dari sel darah merah. “Ternyata memang sesuai penelitian tentang Covid-19 per hari ini, plasma darah orang yang sudah sembuh bisa membantu penyembuhan orang lain yang sedang terpapar,” jelas dia.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah menyatakan kesiapannya untuk menyumbangkan plasma darah bagi pengobatan Covid-19. “Kalau soal plasma saya memang telah dimandatkan RSPAD dan saya mau. Anytime (siap) saya diminta darahnya,” ujar Budi, Senin (27/4/2020).

Menurut Budi, plasma darah dari penyintas Covid-19 penting untuk pengobatan masyarakat lain yang masih menjadi pasien. “Sebab darah itu berguna untuk masyarakat. Saya diminta dan saya katakan ya siap,” katanya.

Sejumlah negara mulai menguji terapi plasma darah dari penyintas Corona (Covid-19) guna mengobati pasien Corona. Amerika Serikat termasuk salah satu negara yang fokus meneliti metode ini. Para ilmuwan di AS menyelenggarakan proyek nasional hanya dalam tiga pekan dan sekitar 600 pasien telah menerima pengobatan. Ikhtiar ini dipimpin Profesor Michael Joyner, dari Mayo Clinic.

Sementara di Inggris sebagaimana dikutip BBC, di Inggris, NHS Blood and Transplant (NHSBT) meminta orang-orang yang sembuh dari Covid-19 untuk menyumbangkan darah sehingga lembaga kesehatan itu bisa menguji coba terapi tersebut. Harapannya, antibodi dalam plasma darah para penyintas bisa membantu melawan virus di tubuh orang yang sakit.

Di Indonesia, penelitian tentang plasma darah sebagai kemungkinan obat untuk pasien Covid-19 juga dilakukan oleh RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Dalam penelitian ini pihak rumah sakit bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Biologi Molekuler Eijkman dan Biofarma.ret