Pandemi COVID-19, Okupansi Perhotelan di Surabaya Drop 60%

Pandemi COVID-19 berdampak terhadap pelaku industri pariwisata di Surabaya. Okupansi hotel di Surabaya mengalami penurunan hingga 60%.

SURABAYA (global-news.co.id) –Pandemi COVID-19 berdampak terhadap pelaku industri pariwisata di Surabaya. Dalam rapat Komisi D DPRD Surabaya bersama instansi terkait yang digelar melalui teleconference, terungkap okupansi penurunan hotel di Surabaya hingga 60%.  Imbas lesunya bisnis pariwisata, untuk saat ini sekitar 4.242 karyawan dirumahkan.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah menyampaikan pihaknya menggelar rapat teleconference, Selasa (14/4/2020) dengan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya  untuk memastikan apa saja yang dilakukan oleh Disparta Surabaya selaku pembina dan penanggungjawab pelaku industri pariwisata di Surabaya.

” Jadi memang sesuai surat edaran dari Wali Kota Surabaya 20 Maret kemarin, menginstruksikan agar penutupan sementara tempat hiburan malam dan memberlakukan protokol-protokol pengananan COVID-19 di fasilitas publik (hotel, restoran).  Ini menjadi tanggungjawab kita bersama dengan Disparta Surabaya,” kata Khusnul Khotimah ditemui di ruang Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (14/4/20200.

Di tengah pandemi COVID-19, Khusnul mengaku, target PAD di Disparta Surabaya tahun ini mengalami penurunan sangat signifikan. Namun Komisi D belum menerima berapa data konkretnya penurunan target PAD dari Disparta Surabaya. “Jelas turun, tapi kita belum mendapatkan data eksklusif dari Disparta Surabaya. Yang sudah kita dapat info okupansi hotel mengalami penurunan hotel sebesar 60 persen. Dan, terlaporkan sekitar 4.242 karyawan dirumahkan,” terang dia.

Dengan terjadi penurunan secara segnifikan, lanjutnya, pihaknya meminta ada komunikasi Disparta Surabaya dengan pihak pengusaha restoran dan hotel. “Jika pandemi COVID-19 berakhir, karyawan yang di PHK dan dirumahkan bisa dikerjakan kembali. Jangan sampai pekerja ini tidak ada kejelasan dan berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah,” tukas dia.

Terkait kegiatan HUT Kota Surabaya, Khusnul meminta penyambutan kegiatan HUT Kota Surabaya dirasionalisasi mengingat HUT Kota Surabaya cukup banyak. Disparta menyampaikan, anggaran yang disiapkan untuk seluruh kegiatan seni, budaya, pariwisata dan lainnya terkait HUT Surabaya sebesar Rp 3,7 miliar dialihkan kepada penanganan COVID-19.

“Saya memastikan anggaran untuk itu telah dirasionalisasi. Jadi kegiatan yang mendatangkan banyak massa semua dipending. Misalnya, Festival Rujak Ulek, Pemilihan Duta Cak dan Ning Surabaya dan Mlaku-mlaku Nang Tunjungan berikut anggaran yang melekat dirasionalisasi dan diahlikan untuk penanganan COVID-19,” ungkap dia.

Kepala Disparta Surabaya Antiek Sugiarti melalui teleconference mengatakan, bahwa selama pandemi COVID-19 melalui SE Wali Kota Surabaya memberlakukan penutupan sementara tempat-tempat hiburan di Surabaya. “Sementara ini kita masih menghitung jumlah penurunan target PAD tahun ini. Yang jelas okupansi hotel mengalami penurunan hingga 60 persen,” katanya.

Dampak penurunan terhadap pelaku industri pariwisata, Atiek mengaku, telah melakukan langkah sosialisasi secara masif terhadap pelaku industri pariwisata. Kemudian Disparta Surabaya juga melakukan pembinaan-pembinaan padat karya terhadap karyawan yang dirumahkan. “Pekerja yang dirumahkan sementara itu dari hotel, restoran dan mal,” pungkas dia. pur