Naik Turunnya Kurva Penderita COVID-19 di Jatim Akibat Masyarakat Kurang Memahami Social Distancing

Kusnadi

SURABAYA (global-news.co.id)– Naik turunnya kurva angka penderita COVID-19 di Jatim akibat pemberlakuan social distancing belum maksimal. Mengingat imun atau kekebalan tubuh orang yang satu dengan yang lain tidak sama.

Ketua DPRD Jatim Kusnadi menegaskan naik turunnya angka pandemi COVID-19 di Jatim karena tidak sepenuhnya masyarakat memahami akan pentingnya social distancing. Padahal  hampir semua orang membawa virus COVID-19. Namun karena setiap orang memiliki imun yang berbeda, maka ketika ada orang yang imunnya minim berdekatan dengan mereka yang imunnya besar tapi carrier, maka langsung positif COVID-19.
“Oleh karena itu masyarakat diminta disiplin dan mengikuti protokoler untuk antisipasi menjalarnya virus COVID-19. Saya percaya virus corona tidak ditularkan lewat udara atau binatang. Tapi dari manusia ke manusia,”tegas politisi asal PDIP Jatim ini, Senin (13/4/2020).
Pihaknya optimistis penularan wabah COVID-19 akan landai, jika setiap masyarakat patuh dengan kebijakan pemerintah berupa social distancing. Hal ini tidak saja akan memutus rantai penyebaran virus COVID-19 dari yang sakit ke orang lain, tapi juga keluarga.
Seperti diketahui, peringatan dini patut dialamatkan Jatim dalam kasus penyebaran wabah virus corona (COVID-19). Betapa tidak, Minggu (12/4/2020) kemarin di provinsi ini terjadi lonjakan drastis pasien positif COVID-19.
Tercatat pasien positif COVID-19 mencapai 119 orang dalam sehari, lebih tinggi dari DKI Jakarta.Sehingga total ada 386 orang yang positif COVID-19, dari jumlah sehari sebelumnya sebanyak dari 267 orang. Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawans dari tambahan angka itu, Surabaya menjadi daerah tertinggi dengan pasien tambahan 83 orang positif COVID-19.
Adapun 119 pasien tambahan itu, yakni 83 orang tambahan di Surabaya, 10 orang masing-masing di Sidoarjo dan Lamongan, Gresik (4), tiga orang masing-masing di Situbondo dan Tulungagung, Kabupaten Kediri (2), dan satu orang masing-masing di Kabupaten Jombang, Bangkalan, Pamekasan, dan Kota Probolinggo.  ani, cty