Klaim Pemerintah Tak Ada Negara Berhasil Lockdown Dipersoalkan

Reuters
Vietnam telah melakukan lockdown sejak 1 April 2020. Sejak tanggal itu pula kurva kasus positif mereka melandai. Sampai dengan saat ini, belum ada korban jiwa akibat corona di Vietnam.

JAKARTA (global-news.co.id) — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay tak sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa tidak ada negara yang berhasil dalam menerapkan lockdown guna menangani virus corona atau COVID-19.
Saleh meminta pemerintah untuk tidak berkilah dengan melontarkan pernyataan seperti itu. Dia menilai saat ini lockdown atau karantina wilayah menjadi salah satu cara paling efektif menekan penyebaran COVID-19.
“Jangan sampai, misalnya, klaim mengatakan negara-negara lain itu tidak berhasil hanya untuk menghindari agar kita tidak lakukan lockdown atau karantina wilayah. Padahal dalam UU Kekarantinaan Kesehatan, karantina wilayah itu sebetulnya sesuatu yang diperbolehkan,” ucap Saleh, Kamis (23/4/2020).
Saleh menyampaikan beberapa negara tetangga seperti Tiongkok, Vietnam, Australia, dan Brunei Darussalam jadi contoh yang cukup berhasil dengan lockdown. Negara-negara tersebut mampu menekan laju penyebaran dengan mewajibkan warganya tetap tinggal di rumah.
Dikutip dari situs ourworldindata.org/coronavirus, kurva kasus positif negara-negara itu melandai sejak menerapkan lockdown.
Tiongkok  yang mulai melakukan lockdown pada 23 Januari 2020, kurva kasus positifnya telah melandai sejak pertengahan Februari. Kini Tiongkok tercatat memiliki 83.864 kasus positif dengan pertambahan 15 kasus per hari pada Rabu (22/4/2020).
Kemudian Brunei Darussalam mengumumkan pembatasan pergerakan warganya pada 15 Maret 2020. Pada 30 Maret, kurva mulai menurun. Sejak masuk April, penambahan kasus positif di Brunei tak pernah melebihi dua kasus per hari.
Ada pula Australia yang menerapkan lockdown secara bertahap mulai 22 Maret 2020. Pada 4 April, kurva mereka tidak lagi curam. Berdasarkan data Rabu (22/4/2020), kasus positif mereka tercatat 6.647, bertambah 22 kasus dari hari sebelumnya.
Sementara Vietnam telah melakukan lockdown sejak 1 April 2020. Sejak tanggal itu pula kurva kasus positif mereka melandai. Bahkan dalam sepekan terakhir, pertambahan kasus positif per hari mereka nyaris nol. Sampai dengan saat ini, belum ada korban jiwa akibat corona di Vietnam.
Saleh menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Indonesia justru tidak efektif. Sebab pemerintah tidak benar-benar mampu mencegah warga berkerumun di tempat umum.
“Kalau misalnya kita menganggap bahwa PSBB kebijakan setengah hati, lebih baik kita ganti menjadi karantina wilayah atau lockdown sekalian,” tutur Saleh.
Dihubungi terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati juga mengkritik pernyataan Jokowi.
“Kalau kita selalu berlindung diri dengan pandangan tidak ada negara lain yang mampu,  maka kita akan menjadi negara yang lebih tidak mampu mengatasi pandemi COVId-19,” tulis Mufidayati lewat pesan singkat, Kamis (23/4/2020).
Mufida menyampaikan, solusi kasus corona tidak selalu lockdown. Namun, tidak tepat pula menyebut tidak ada negara yang berhasil menangani pandemi ini.
Dia mencontohkan selain menerapkan lockdown, Korea Selatan berhasil mengatasi pandemi karena mampu menggelar tes PCR massal untuk mendeteksi penyebaran virus. Begitu pula Singapura yang progresif melakukan penelusuran atau tracing terhadap klaster tersembunyi.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut tidak ada negara yang berhasil menerapkan lockdown dalam menangani pandemi corona. Hal itu ia sampaikan dalam Mata Najwa saat ditanya soal alasan Indonesia tak melakukan karantina wilayah.
“Bukan karena masalah bujet, kita kan juga belajar dari negara-negara lain. Apakah lockdown itu berhasil menyelesaikan masalah, kan tidak,” ujar Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4/2020) malam. ejo, tri, cnn, ins