Ini Alasan Jenazah ODP hingga Positif COVID-19 Dikubur dengan Protokol Penyakit Menular

Doni Monardo

JAKARTA (global-news.co.id) -Jenazah pasien positif COVID-19 maupun yang tengah menunggu hasil laboratorium, yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dimakamkan dengan protokol penyakit menular. Hal ini termasuk dalam satu langkah untuk memutus mata rantai penularan virus.COVID-19.

Ketua Gugus Tugas COVID-19 Doni Monardo menjelaskan, bahwa kebijakan itu diberlakukan karena berkaca pada kejadian yang telah lalu. “Ini mengacu ke peristiwa beberapa waktu lalu, pejabat kita wafat dan dimakamkan dengan reguler, beberapa hari setelahnya ditemukan positif COVID-19,” katanya usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Senin (20/4/2020).

Doni menyampaikan bagi jenazah yang tengah menunggu hasil tes, Kementerian Kesehatan tetap akan mengumumkan hasil laboratorium. Namun, seluruh prosesi pemakaman tetap dilakukan dengan protokol penyakit menular.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, mengatakan bahwa protokol medis pemakaman dijalankan oleh pihak berwenang dan terlatih. Penanganan pasien meninggal pun sudah dilegitimiasi dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI No 8 Tahun 2020 tentang pedoman pengurusan jenazah muslim yang terinfeksi corona.
Protokol kesehatan untuk jenazah tersebut juga serupa dengan penanganan jenazah pasien penyakit menular lainnya, seperti HIV, hepatitis, dan Ebola. Setiap jenazah diurus oleh pihak Dinas Kesehatan secara resmi yang sudah ditunjuk, seperti rumah sakit tempat meninggalnya pasien.
Lebih lanjut, protol penanganan jenazah dengan membungkus menggunakan kain kafan atau bahan yang terbuat dari plastik yang mampu menahan air, juga dapat pula ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.
Apabila jenazah sudah dikafani atau dalam kondisi terbungkus, maka petugas dilarang untuk membuka kembali. Kafan jenazah dapat dibuka kembali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan petugas. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.
Adapun satu daerah yang melaporkan pembaruan data pemakaman jenazah dengan prosedur tetap (protap) COVID-19 adalah DKI Jakarta.
Hingga 17 April 2020, sebanyak 1.114 orang telah dimakamkan dengan prosedur tersebut. Jumlah ini akumulasi sejak 6 Maret 2020. jef, bis