IDI Ingatkan Penyebaran Corona di Indonesia Lebih Mengerikan dari yang Terlihat

IDI mengingatkan bahwa data corona baru atau COVID-10 yang ada saat ini bisa jadi hanya mencerminkan 20 persen total infeksi yang benar-benar terjadi di Indonesia.

JAKARTA (global-news.co.id)  – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperingatkan bahwa jumlah penyebaran virus corona di dalam negeri bisa jadi lebih mengerikan daripada yang terlihat.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih mengatakan bahwa data yang ada saat ini bisa jadi hanya mencerminkan 20 persen total infeksi yang benar-benar terjadi.

“Menurut para pakar, memang dari yang positif 1.500-an, itu hanya 20 sekian persen dari total yang terinfeksi. Jadi, tinggal dikalikan lima, kira-kira itu total yang terinfeksi (artinya bisa mencapai 7.500) dan itu sudah menyebar ke seluruh Indonesia,” jelasnya, Rabu (1/4/2020).

Daeng menuturkan saat ini pasien virus corona tidak lagi hanya terpusat di rumah sakit rujukan pemerintah. Dia juga menyatakan bahwa perawatan pasien kini telah melibatkan Puskesmas karena penyebarannya yang kian masif.

Dengan kondisi ini dia mengatakan bahwa saat ini IDI mengerahkan tidak hanya dokter spesialis paru, penyakit dalam dan anak untuk menangani pasien virus corona. Seluruh dokter dengan spesialisasi berbeda kini diperbantukan untuk penanganan pandemi tersebut.

Hal ini dilakukan karena jumlah pasien terus bertambah. Di Jakarta saja, dia menyebutkan bahwa jumlah pasien sudah mencapai lebih dari 700-an pasien. Jumlah dokter spesialis paru dan penyakit dalam tidak cukup memadai untuk merawat total pasien tersebut.

IDI kini tengah berupaya memberikan pelatihan keterampilan singkat kepada para dokter untuk menangani pasien virus corona. Pemberian keterampilan ini dilakukan secara jarak jauh atau teleworkshop. Pelatihan serupa akan diberikan kepada para tenaga medis lain seperti perawat.

Dia menyatakan pihaknya tidak dapat menyampaikan jumlah pasti dokter yang terlibat dalam penanganan virus corona saat ini. Pasalnya, saat ini tidak semua dokter yang terlibat merupakan dokter yang bekerja di rumah sakit tertentu.

“Detail jumlahya tidak bisa kami sebutkan karena timnya selalu dirotasi, dan tidak semua berada di rumah sakit pemerintah. Kerjanya selalu rotasi, dan RS yang ditunjuk ada 132 RS, tapi yang tidak dtunjuk termasuk di Puskesmas, sudah kedatangan pasien juga,” jelasnya.

1.528 Kasus Positif

Sebelumnya pemerintah mengumumkan jumlah pasien positif terinfeksi virus corona atau COVID-19  di Indonesia  per 31 Maret ada 1.528 kasus positif. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 136 orang, dengan jumlah yang sembuh 81 orang.

“Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19 ,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya di gedung BNPB Jakarta, Selasa (31/3/2020) petang.

Yuri menjabarkan untuk kasus positif hari ini, terjadi peningkatan 114 kasus di Indonesia. Sementara untuk kasus kematian dan pasien yang sembuh masing-masing terjadi penambahan 14 dan 6 orang di seluruh Indonesia.

Sehari sebelumnya, Senin (30/3/2020), jumlah pasien positif virus corona mencapai 1.414 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 122 orang, dengan jumlah yang sembuh 75 orang. Yuri kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan COVID-19. “Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu,” ujarnya. jef, bis