Dinilai Politisasi COVID-19, Bupati Klaten Dikritik

 

 

Bantuan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) berstiker wajah Bupati Klaten menjadi viral dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

JAKARTA (global-news.co.id) — Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily merespons viralnya cairan pembersih tangan (hand sanitizer) berstiker wajah Bupati Klaten. Ia meminta semua pihak berhenti mempolitisasi COVID-19 untuk kepentingan pencitraan pribadi. “Stop politisasi COVID-19 untuk kepentingan pencitraan. Saatnya kita bersatu bekerja dengan sungguh-sungguh untuk penanganan COVID-19 ini,” kata Ace, Selasa (28/4/2020).

Politikus Partai Golkar itu juga mengimbau agar kepala daerah menyampaikan apa adanya terhadap berbagai bantuan sosial penanganan dampak COVID-19 ini. Jika bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, maka pemerintah daerah sampaikan ke masyarakat bahwa program tersebut adalah program dari pemerintah pusat.

Demikian juga jika program itu berasal dari anggaran pemerintah daerah, maka sampaikan ke masyarakat bahwa hal itu kontribusi pemerintah daerah. “Jangan memanfaatkannya untuk kepentingan politik,” ujar dia.
Sebelumnya sebuah foto cairan pembersih tangan (hand sanitizer) berstiker gambar wajah Bupati Klaten Sri Mulyani viral di media sosial. Sejumlah warganet menyayangkan adanya peristiwa tersebut. Sementara itu Sri juga telah mengklarifikasi hal tersebut. Dirinya mengakui ada kekeliruan dalam penempelan stiker pada hand sanitizer tersebut.

Sempat Trending Topic
Sebelumnya tagar Bupati Klaten memalukan atau #BupatiKlatenMemalukan memuncaki trending topic di Twitter Indonesia. Netizen ramai-ramai mengunggah barang-barang yang ditempeli stiker berwajah Bupati Klaten Sri Mulyani.
Senin (27/4/2020) hingga pukul 20.11 sekitar 20 ribu lebih tweet yang meramaikan tagar Bupati Klaten Memalukan. Banyak netizen yang menyertakan foto hand sanitizer berstiker Sri Mulyani, foto beras bahkan buku ‘Matur Jujur Anak Jujur Akan Mujur’ yang juga bergambar wajah Sri Mulyani.
Banyak netizen yang menyesalkan penempelan stiker foto Sri Mulyani ini. Sebab, diduga beras maupun hand sanitizer itu merupakan barang-barang yang akan disumbangkan ke warga.
Misalnya saja akun @kebabturkey yang mencuit, “Inilah yg dinamakan dynasti keluarga cemara bahagia aman dan sentosa. Wajahnya hampir disetiap lini ada, entah di sembako, kantong kresek dll. Tinggal satu lg yg blum, apakah beliau sudah mencetak buku surah Yasiin yg ada foto&nama beliau?#BupatiKlatenMemalukan. Cuitan ini juga disertai dengan foto kolase barang-barang yang ditempeli stiker wajah bupati Sri Mulyani.
Sudah berapa ratus ribu masker yang dibagikan ke masyarakat klaten yang bertuliskan “Sri Mulyani Bupati Klaten” padahal ini menggunakan dana APBD? Kenapa dimanfaatkan untuk mengambil celah agar anda lebih dikenal masyarakat? Memanfaatkan kesempatan” cuitnya.
Ada juga netizen yang mempertanyakan alasan bantuan tersebut ditempeli stiker foto Bupati Klaten Sri Mulyani.
“Kalo dari pemkab kenapa kok stikernya nggak bantuan dari pemerintah kabupaten klaten aja. Bukan malah bertuliskan bantuan dr Bupati  Klaten Ibu Hj Sri Mulyani , kan kesannya itu bantuan dr pribadinya bupati,” cuit @triawansn.
“Semua bantuan diatas namakan Sri Mulyani (Bupati Klaten), menjadikan aksen bantuan pemerintah seakan akan menggunakan dana pribadi beliau, sungguH murah hati bukan #BupatiKlatenMemalukan,” cuit @Mirawti.
Sebelumnya, Sri Mulyani sudah angkat bicara soal heboh botol hand sanitizer Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditempeli stiker fotonya. Sri Mulyani mengatakan hal itu sebagai kekeliruan.
“Ada kekeliruan di lapangan dan sudah saya klarifikasi. Kalian kok seneng banget kayake kalau ada begitu;” kata Bupati Klaten Sri Mulyani saat dimintai konfirmasi di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (27/4/2020).
Sri Mulyani menjelaskan ada kesalahan saat penempelan di lapangan. Dia menyebut kesalahan itu terjadi karena bantuan dari Kemensos jumlahnya tidak sebanyak pengadaan dari Pemkab Klaten.jef, tri, rep