Bondet, Bukan  Bom Bondet

BONDET. Pasti pikiran kita tertuju kepada “Bom Bondet”, bom ikan yang sering dipergunakan nelayan untuk menangkap ikan.
Kali ini Bondet tak bisa langsung meledak, karena musim virus corona. Kok bisa? Karena ini benar-benar Bondet. Bondet nama seseorang. Nama mantan wartawan Memorandum yang kesohor pada dekade 1980-1990-an.
Ya Bondet yang mempunyai nama lengkap Taufik Hidayat Bondet Harjito (61). Pada dekade itu, dia merupakan salah satu pimpinan Koran Memorandum yang kesohor pada zamannya. Bondet adalah “anak” kesayang pendiri Memorandum, almarhum H. Agil Haji Ali. Bondet juga kesohor karena “Kolom Bondet” yang melakukan kritik sosial dengan gaya kocak di koran kebanggaan arek Suroboyo itu.
Minggu (12/4/2020)  si Bondet membuat berita “heboh”. Bondet menikah lagi. “Angak hooo,” kata Mat Tadji ketika dirinya memberikan selamat kepada si Bondet, sohibnya, seusai menikah “tanpa undangan”, karena musim virus corona.
“Iyo bro, yang penting sah dulu. Terus piye, tanggal pernikahan sudah dirancang sebelum datangnya corona. Jalan terus ae. Tadi waktu di penghulu masker di buka bro. Aman-aman. Yang penting aku sudah ada yang menemani setiap harinya,” kata Bondet melalui WA-nya.
Keesokan harinya, Mat Tadji mengontak si Bondet melalui WA. “Piye mas rasane punya istri cantik nan jelita. Muda lagi. Malam pertama pasti seru ini. Angak hooo,” goda Mat Tadji.
“Aku bilang pada istriku, sementara jangan pakek kiss ya sayangku. Istriku tersipu-sipu mendengarnya,” kata Bondet.
“Itu kan hanya perantara. Tugas yang paling utama apa sudah selesai apa belum.”
Mendengar itu, Bondet membalas dengan gambar orang ketawa dan gambar orang bersalto. Yang menjadi fokus Mat Tadji, yakni gambar orang bersalto yang dikirim Bondet. Apa si Bondet harus “bersusah payah” menikmati malam pertama atau saking girangnya menikmatinya sampai bersalto ria.
“Ladinah rah, cokop Bondet se arassaagih (ya biarlah, cukup Bondet yang merasakan, Madura.Red).”
Lalu Mat Tadji merenung sejenak. Dalam hatinya berkata, hebat si Bondet ini. Dia sudah tiga kali menikah. Kali ini dia menikah dengan Fahriyah Bahmid (41 tahun), sementara Bondet berumur 61 tahun.
Yang pertama konon keponakannya bos, almarhum Agil. Karena istri meninggal, si Bondet menikah lagi dengan gadis yang baru lulusan SMA, tetapi bercerai. Ini yang ketiga.
 “Semoga ini yang terakhir bro. aku mencintai dia dengan ikhlas. Semoga dia begitu juga padaku,” kata Bondet.
Mat Tadji pun tak heran, bila si Bondet “sangat laku di pasaran”, meski usianya sudah kepala 6. Sisa-sisa kegantengan mantan wartawan kriminal kelas wahid pada zamannya itu masih “menyembur”.
“Biyen waktu aku ‘bertugas’ di Polda Jatim, onok Polwan yang sempat jadi pacarku,” kata Bondet suatu ketika.
“Ayu ta mas.”
“Iyalah. Nek gak ayu mosok iso dadi Polwan,” selorohnya.
“Terus piye kok gak berlanjut,”
“Aku ada yang lebih kinyis-kinyis. Yang lebih yahud. Ya istriku yang pertama. Aku kan berhak memilih,” jawabnya enteng.
“Dasar….,” sahut Mat Tadji waktu itu.
Ya… si Bondet. Bagi penikmat Koran, khususnya Kora Memorandum siapa yang tak kenal. Sudah pasti generasi pada 80-an hingga 90-an, kalau membaca Memorandum, rubrik Bondet tak pernah terlewatkan.
Rubrik ini menjadi ciri khas Koran tersebut. Kini si Bondet sudah memasuki usia 61 tahun. “Aku hanya ingin masuk surga bersama istriku,” kata Bondet. (*)