Belva Mundur Jadi Staf Khusus Jokowi, Proyek Kartu Prakerja Rp 5,6 T Harus Dibatalkan

JAKARTA (global-news.co.id) – Mundurnya Adamas Belva Syah Devara dari posisi Staf Khusus (Stafsus) Presiden mendapat beragam respons publik. Namun, pengunduran diri Belva tersebut dinilai harus diiringi dengan pembatalan terkait proyek pelatihan online dalam program Kartu Prakerja sebesar Rp 5,6 triliun. Sebab, salah satu aplikatornya yaitu Ruangguru.

Pangi Syarwi Chaniago

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengapresiasi sikap yang ditunjukkan Belva Devara. Namun, dia juga meminta pemerintah untuk mengkaji ulang tentang pelaksanaan program Kartu Prakerja.

Dia menilai Kartu Prakerja tidak tepat diberikan sebagai salah satu solusi mengatasi dampak pandemi COVID-19 saat ini. Hal itu dinilai hanya menghamburkan uang negara dan mengalirkan uang ke para aplikator penyedia jasa pelatihan.

“Iya, batalkan. Masyarakat nggak butuh pelatihan dan habis untuk program akal-akalan nonton YouTube, bayar kuata internet dan seterusnya. Masyarakat butuh makan, butuh uang cash saat ini,” ujar Pangi, Rabu (22/4/2020).

Mestinya, pembatalan program Kartu Prakerja tersebut harus segera diakhiri agar polemik tersebut tidak makin berkepanjangan. Dalam kondisi darurat kesehatan dan darurat nasional sekarang ini, masyarakat lebih membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Pangi menilai saat ini banyak perusahaan yang terpaksa gulung tikar dan melakukan PHK dan merumahkan karyawannya. Hal itu imbas dari wabah virus corona yang mengganggu perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Akibat PHK dan dirumahkan, mereka tak memiliki pemasukan. Karena itu, Pangi mendukung dana Rp 20 triliun dari proyek Kartu Prakerja dialihkan menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilai lebih berdampak besar menggerakkan roda perekonomian ke bawah.

“BLT jauh lebih bermanfaat, rakyat nggak butuh pelatihan. Bagaimana ceritanya pelatihan, ini sudah mulai mati kelaparan. Logikanya bagaimana orang disuruh mancing, energi untuk pergi memancing sudah nggak ada lagi. Jangan dikasih kail pancing, (tapi) kasih ikan, kasih BLT. Itu saat ini yang dibutuhkan masyarakat,” ujar dia. ejo, sin