Bantu Warga Terdampak COVID-19, GUSDURian Peduli Bergerak ke 60 Kota

Salah satu warga penerima bantuan GUSDURian Peduli.

SURABAYA (global-news.co.id) — Sejak ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi oleh WHO (World Health Organization), berbagai krisis terus melanda dunia. Hingga awal April ini total kasus COVID-19 mendekati 2 juta, dengan jumlah meninggal di 210 negara lebih dari 100.000 jiwa.

Di Jakarta, angka resmi menunjukkan bahwa virus ini telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang, meskipun para ahli kesehatan dan akademisi memperkirakan sekitar 32.000 orang telah terinfeksi. Hal ini membuat Pemprov DKI menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk menekan angka penularan secara masif. Para peneliti dan pakar memperkirakan krisis ini masih akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

Sejak pertengahan Maret lalu, Pemerintah Indonesia telah meminta warga untuk tidak keluar rumah dan menganjurkan Work from Home (WFH) untuk mencegah penyebaran virus corona.   Dampak pandemi ini, mereka yang selama ini terpinggirkan dalam ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan menjadi yang paling lebih rentan terhadap dampak yang ditimbulkan. Ribuan orang kehilangan pekerjaan. Ratusan perusahaan gulung tikar. Ratusan ribu orang terancam tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Tim Kerja Nasional  GUSDURian Peduli Alissa Wahid menjelaskan melihat kondisi ini, pihaknya segera menggerakkan simpul-simpulnya. Secara khusus GUSDURian Peduli membuka pintu donasi untuk membantu warga yang paling rentan terdampak pandemi ini. “Kami ingin membantu ekonomi warga kurang mampu dan para pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilannya dari gaji harian, seperti sopir angkot, tukang ojek online, pedagang keliling, pekerja pariwisata dan sebagainya,” katanya seperti dalam rilis yang dikirim ke redaksi, Rabu (15/4/2020).

Dijelaskannya dukungan luar biasa dari masyarakat datang bertubi-tubi. Bekerjasama dengan Gerakan Islam Cinta dan elemen lain, GUSDURian Peduli membangun gerakan #SalingJaga. Galang bantuan ini juga didukung penuh para tokoh sosial seperti Nadirsyah Hosen, Lukman Hakim Saifuddin, Ernest Prakasa, Gita Savitri, Sujiwo Tejo, Rara Sekar, Ligwina Hananto, Nirina Zubir, almarhum Glenn Fredly, dan lain-lain. Lebih dari Rp 3 miliar telah terkumpul dari pintu ini.

Narasi TV yang menyelenggarakan konser musik #DiRumahAja mempercayakan penyaluran dana yang didapatkannya kepada GUSDURian Peduli sebanyak Rp 2.050.000.000. Selain itu donasi juga datang dari berbagai pihak di antaranya Benih Baik, Metro Group, Sunpride, Perkumpulan INTI, Arif-Tipang, DMTK, KitaBisa-Basket, Garam Refina, MATAKIN, PT Gadjah Tunggal, Bina Desa, Perkumpulan Prakasa, TAO, Alumni St Louis, KARA, Yayasan Harapan Tama, Buddhist Education Centre dan banyak sekali individu atau kelompok yang langsung memberi sumbangan ke posko-posko di daerah.

Donasi tersebut kemudian dialokasikan untuk pembelian paket sembako, masker, sabun, dan sanitasi tangan (hand sanitizer) yang dibagikan kepada keluarga yang membutuhkan. “Penyaluran bantuan dilakukan oleh tim relawan dari GUSDURian Peduli yang ada di berbagai wilayah,” kata Alissa Wahid.

GUSDURian Peduli telah mendirikan 60 posko di 60 kota di Indonesia sebagai pusat informasi, penggalangan dana, dan penyaluran donasi. Sampai saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 500 relawan yang tergabung dalam gerakan ini.  “Hingga pertengahan April ini sudah 4.000 paket yang disalurkan melalui posko-posko GUSDURian Peduli. Beberapa kota yang telah menerima manfaat bantuan adalah DKI Jakarta, Tangerang, Depok, Karawang, Bekasi, Bogor, Lampung, Bandung, Cirebon, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Makassar, Manado, Pontianak, Bali, dan Kabupaten Malang,” kata Alissa Wahid.

Dalam hari-hari ke depan, kata dia, bantuan juga akan segera disalurkan di berbagai kota lainnya. Dukungan luar biasa kepada GUSDURian Peduli ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia selalu punya kearifan untuk bersolidaritas, memperkuat diri secara swadaya, dan mampu untuk saling jaga. tis