Aman, Stok Beras Capai 3,3 Juta Ton

Stok beras nasional hingga saat ini mencapai 3,3 juta ton atau cukup hingga November 2020.

JAKARTA (global-news.co.id)- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin stok barang kebutuhan pokok (bapok) yang dibutuhkan untuk masyarakat cukup selama Ramadan dan Idul Fitri 2020.
Perum Bulog dan Kementerian Pertanian mencatat stok beras nasional hingga saat ini mencapai 3,3 juta ton. Rinciannya 1,39 juta ton beras merupakan stok pada Perum Bulog dan 1,2 juta ton berada di penggilingan, sedangkan 728.000 ton merupakan stok yang ada di pedagang.
Selanjutnya, stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tercatat mencapai 30.620 ton, sedangkan stok di Lumbung Pangan Masyarakat binaan Badan Ketahanan Pangan (BKP) 2.939 ton.
Data Badan Ketahanan Pangan (BKP) mencatat potensi produksi beras pada Maret hingga Agustus 2020 dalam kondisi normal mencapai 19,8 juta ton.
Di tengah situasi sekarang, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto mengatakan terdapat potensi penurunan produksi sebesar 10 persen. Dengan ini, produksi pada Maret hingga Agustus 2020 diasumsikan mencapai 17,85 juta ton dan ketersedian beras akan menjadi 21,36 juta ton.
“Ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga bulan November 2020,” kata Suhanto dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2020).
Selain itu, sebagian besar sentra produksi juga telah memasuki masa panen raya dan diperkirakan akan selesai pada Mei 2020. Harga gabah kering panen (GKP) di petani cenderung naik ke nominal Rp 4.800-Rp 4.900 per kilogram.
Stok beras di gudang penggilingan Perpadi juga turun signifikan dibanding tahun sebelumnya karena sudah dipasok ke pasar yang permintaannya meningkat tiga kali lipat dari situasi normal.
Suhanto menerangkan peningkatan permintaan disebabkan oleh pembelian masyarakat yang lebih banyak dari situasi biasa karena WFH. Paket bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) juga turut menyebabkan kenaikan permintaan.
Kemendag mengambil langkah dengan mengeluarkan Permendag No 24 Tahun 2020 untuk mengoptimalkan penyerapan gabah/beras oleh Perum Bulog.
Berdasarkan Permendag tersebut, GKP di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 4.200 per kilogram dan di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.250 per kilogram. Adapun harga gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan sebesar Rp 5.250 per kilogram dan di gudang Bulog Rp 5.300 per kilogram. Harga beras di gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp 8.300 per kilogram. jef, bis