Waspadai Virus Corona, ITS Pilih Tunda Kegiatan ke Luar Negeri

Anggra Ayu Rucitra ST, MMT dan Dr Suhartono MSc usai memberikan penjelasan, Senin (9/3/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) — Wabah virus corona baru alias COVID-19 masih cukup menggemparkan dunia saat ini, termasuk juga di Indonesia dengan ditemukannya dua warga yang sudah dinyatakan positif terjangkit. Mewaspadai hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai salah satu instansi pendidikan di Indonesia mengeluarkan kebijakan penundaan sementara kegiatan ke luar negeri sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona.

Sekretaris Institut ITS Dr Suhartono MSc menyampaikan bahwa pengumuman resmi mengenai masuknya virus corona ke Indonesia ini menjadi suatu bentuk kewaspadaan yang patut diantisipasi penyebarannya. Sehingga ke depannya, instansi diharapkan sudah siap untuk menyikapi dampak yang ditimbulkan dari virus corona.

“Karenanya beberapa hari yang lalu kami (pimpinan ITS, red) mengeluarkan kebijakan khusus untuk para tenaga pendidik (dosen, red) dan mahasiswa yang memang cukup banyak melakukan aktivitas ke luar negeri,” ujarnya, Senin (9/3/2020).

Kebijakan penundaan sementara kegiatan dinas ke luar negeri sebenarnya telah disampaikan ITS kepada internal instansi jauh hari sebelum presiden menyampaikan pengumuman resminya mengenai masuknya virus corona ke Indonesia. Kebijakan penundaan keberangkatan ke negara yang terdampak virus corona tersebut berlangsung hingga negara tersebut dinyatakan aman. “Pimpinan ITS juga akan terus memonitor perkembangan negara-negara terdampak, sehingga dapat menentukan jadwal khusus untuk memberikan izin kegiatan ke luar negeri,” terangnya.

Selain memberikan dampak kepada kegiatan ke luar negeri, masuknya virus corona ke Indonesia ini juga memberikan dampak kepada kunjungan dari luar.  Dosen Statistika ini menuturkan, pada 2 Maret lalu ITS sempat kedatangan tamu dari Jepang. Sebagai bentuk antisipasi persebaran virus corona, ITS berupaya konsisten melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tamu dari luar negeri. “Kami pun segera mengarahkan tamu ke Medical Center ITS untuk diperiks lebih dulu,” ungkapnya.

Meskipun secara analisis kesehatan tamu tersebut dinyatakan normal. Namun, dr Adji Bhayu Kurniadi selaku Kepala Medical Center ITS saat itu menyampaikan bahwa masa inkubasi virus corona adalah 1-14 hari. “Karena tamu tersebut baru satu malam di Indonesia, dokter menyarankan untuk menunda kunjungan hingga kesehatan tamu terjamin setelah dua minggu, dan kami mengambil tindakan sesuai yang disarankan,” terang Suhartono lagi.

Suhartono mengungkapkan, pimpinan ITS juga telah melakukan koordinasi dan menyepakati untuk membatalkan segala bentuk kunjungan dari luar negeri, khususnya dari negara yang terdampak virus corona. “Sekali lagi, bukan maksud ingin mengasingkan atau tidak menerima tamu, tetapi sebagai bentuk aspek kehati-hatian sampai nanti disampaikan pengumuman resmi dari lembaga yang qualified mengenai amannya kunjungan dari luar negeri ke Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS Anggra Ayu Rucitra ST, MMT juga  menyampaikan, dalam waktu dekat unitnya melalui akun resmi media sosial ITS akan memberikan kampanye mengenai mahasiswa hidup sehat dan pencegahan terhadap virus corona. “Konsen kami memang untuk mewujudkan mahasiswa yang lebih baik, mulai dari aspek kesehatan, keamanan berkendara, dan sebagainya,” terangnya.

Senada dengan Anggra, Suhartono kembali menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai agen intelektual, harus menyikapi isu ini secara akademik. Artinya, mahasiswa harus selalu selektif dalam menerima dan menyebarkan segala informasi terkait wabah virus corona. “Jangan sampai termakan berita hoax yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kepanikan di masyarakat,” tandasnya mengingatkan.

Suhartono berharap, ke depannya virus corona yang mulai masuk ke Indonesia ini tidak banyak menjangkit di masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa pencegahan terhadap dampak virus corona di ITS ini tidak hanya bergantung pada instansi, tetapi dibutuhkan juga adanya kerjasama antar semua sivitas akademik. “Dengan kerjasama yang baik, kita akan mewujudkan ITS yang lebih baik dan mampu mengantisipasi segala dampak yang akan ditimbulkan dari virus corona tersebut,” pungkasnya. tri, hms