Waspada Longsor Wisata Lereng Gunung di Mojokerto

 

Ada 4 kawasan di Kab. Mojokerto berpotensi terjadi longsor dan banjir. Yakni di Kec.Pacet, Kec. Trawas, Kec. Jatirejo, dan Kec. Gondang.

MOJOKERTO (global-news.co.id)–Bagi Anda yang ingin berwisata di kawasan pegunungan di Kabupaten Mojokerto sebaiknya mempertimbangkan risiko kemungkinan terjadinya tanah longsor dan bencana lainnya. Seiring masih tingginya curah hujan.

Longsor dan banjir di lereng dan perbukitan di kawasan pegunungan di Kab. Mojokerto masih menghantui warga yang ada di wilayah tersebut. Ada 4 kawasan di Kab. Mojokerto berpotensi terjadi longsor dan banjir. Yakni di Kec.Pacet, Kec. Trawas, Kec. Jatirejo, dan Kec. Gondang.

Peristiwa longsor terbaru yakni di jalur wisata Air Panas Paduan Pacet. Tepatnya di jalur tembus MKP di Desa Claket Kec. Pacet. Terjadi dua titik longsor. Satu titik longsor  di Dusun Claket dan lainya di Sembung.

Itu setelah wilayah itu diguyur hujan lebar lebh dari 3 jam. Akibat hujan itu, membuat material longsor,yakni tanah dan bebatuan di lereng tersebut menutup badan jalan tembus Claket –Air Panas Padusan. Sehingga membuat jalur itu tidak bisa dilalui pengguna jalan baik mobil maupun sepeda motor.

Untuk mengevakuasi material longsoran petugas BPBD, PUPR dan relawan membutuhkan waktu 5 jam dengan menggerahkan alat berat. Karena, batu yang menutup jalan sebesar mesin jenset lebih dari 6 buah.Untung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, ada dua lokasi di Desa Claket yakni di Dusun Claket dan Sembung. Di Dusun Claket terjadi pukul 00.00 WIB, dan di Dusun Sembung terjadi pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan pantauan aplikasi Raindart BMKG Juanda, lanjut Zaini sebelum terjadi longsor di dua titik itu, wilayah Hulu, khususnya wilayah Pacet masih berpotensi diguyur hujan. Akibat tanah longsor tersebut lalu lintas terganggu, dikarenakan separuh bahu jalan tertutup oleh material longsor berupa batu dan tanah. Namun Jalan Trawas-Pacet masih bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. PUPR menerjunkan alat berat untuk evakuasi longsor.

Selain koordinasi dengan PUPR Kabupaten Mojokerto, assesment dan kaji cepat, lanjut Zaini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Taman Hutan Raya (Tahura) dan Perhutani. Sepanjang awal tahun 2020, setidaknya di lokasi yang sama terjadi banjir dan longsor. Akibat tanah longsor tersebut lalu lintas terganggu, dikarenakan separuh bahu jalan tertutup oleh material longsor berupa batu dan tanah. Namun Jalan Trawas-Pacet masih bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. PUPR menerjunkan alat berat untuk evakuasi longsor.

Selain koordinasi dengan PUPR Kabupaten Mojokerto, assesment dan kaji cepat, lanjut Zaini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Taman Hutan Raya (Tahura) dan Perhutani.

Dengan koordinasi lintas lembaga itu, membuat penanganan bencana di Kab. Mojokerto cepat dilakukan tim gabungan.Selain cepat menangani pasca bencana juga cepat dalam mengambil tindakan antisipasi menghadapai bencana yang akan terjadi di wilayah Kab. Mojokerto. “Kita sesering mungkin berkoordinasi dengan petugas tahura. Dan para relawan dalam menyikapi setuasi musim penghujan seperti ini. Jika di kawasan puncak terjadi hujan lebat, petugas tahura member informasi, dan tim BPBD, relawan dan tim lembaga lainnya secepatnya mengambil langkah antispasi wilayah mana yang berpotensi akan terkena bencana. Dengan kecepatan itu, minimal petugas bisa mencegah adanya korban jiwa meminimalisir kerugian harta benda milik warga jika di wilayah itu benar-benar terjadi bencana,” katanya. bas