Wabup Raja’e : Narkoba Berakibat Lost Generation

Wabup Pamekasan Raja’e

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, Sabtu ( 29/2/2020), membuka Deklarasi Ikatan Pemuda Anti Narkoba yang dilaksanakan oleh Ikatan Pemuda Temor Gunung Anti Narkoba (IPTEK) Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi bahaya narkoba yang diisi oleh sejumlah nara sumber.

Acara ini dihadiri Ibu Nayla Hasanah istri Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Ibu Yuni Lailatul Fitriyah istri Wabup Raja’e, Komisi I DPRD Pamekasan, Forkopimka Palengaan, utusan dari Polres Pamekasan, sejumlah tokoh masyarakat dan alim ulama. Deklarasi digelar di Masjid Al Karamah Desa Larangan Badung Kecamatan Larangan.

Wabup Raja’e yang juga Ketua Badan Narkotika Pamekasan dalam pengarahannya mengungkapkan ada empat dampak negatif yang akan muncul akibat narkoba. Yang pertama berupa lost generation atau keterputusan generasi masa depan yang ditimbulkan narkoba.

“Jadi adik adik ikatan pemuda timur gunong ini luar biasa dan patut kita apresiasi karena bisa merekatkan kembali dengan generasi berikutnya yang harus muncul tumbuh berkembang dan bebas narkoba. Karena kalau tetap pemuda kita dekat narkoba maka efek besarnya adalah lost generation. Ada keterputusan generasi yang bisa terjadi,” katanya.

Yang kedua, lanjut dia, terkait dengan dampak yang ditimbulkan dari segi kesehatan. Penggunaan narkoba secara terus menerus pasti akan merusak fisik manusia. Tentang bahaya narkoba dari aspek kesehatan ini, kata Wabup, sudah banyak disampaikan oleh pihak terkait, termasuk pada saat sosialisasi di Desa Larangan Badung kali ini.

Yanga ketiga, lanjutnya, dampak negatif yang menyangkut economic crime, yaitu persoalan dasar yang timbul ditengah masyarakat economic crime atau criminal ekonomi. Dia menegaskan ada Rp 94,7 triliun uang yang beredar dan berputar dalam transaksi narkoba di Indonesia.

”Dari peredaran narkoba ini ada sekitar Rp 94,7 Triliun dana yang mengalir ke bandar-bandar narkoba dan itu mengalir dari uang yang kita miliki. Jadi bayangkan kalau tiap hari ada yang beli 1 ons seharga Rp 750 ribu, lebih mahal daripada emas. Walaupun kita orang kaya bisa habis uang kita. Ini yang ditimbulkan. Nah ini yang kita hadapi hari ini,” ungkapnya.

Pemerintah, kata Wabup, kini betul-betul waspada dan berusaha keras untuk memerangi. Sampai kemudian dibentuklah Badan Narkotika Nasional. Ini sebagai upaya untuk kita menghadang laju pertumbuhan perkembangan peredaran narkoba di republic ini.

Dia mengungkapkan Jatim berada peringkat pertama peredaran narkoba tertinggi di Indonesia. Ada sekitar 1 juta lebih pemakai narkoba yang tersebar di 38 kabupaten di Jatim.Yang sangat memprihatinkan, kata Raja’e, peredaran narkoba saat ini merambah ke pondok pesantren. Ada beberapa orang yang sudah ditangkap oleh BNN ternyata dari profilnya juga berasal dari pesantren.

“Jadi narkoba hari ini sudah tidak pandang bulu, bukan karena persoalan uang. Gak cuma putra putri orang kaya konglomerat, pejabat, bahkan sebagian putra para kiai juga kena. Artinya, ini sudah tidak pandang bulu. Oleh karena itu mari kita berupaya bersatu padu, terutama jaga anak kita di rumah kita masig-masing,” pungkasnya. (mas)