Terseret Investasi Bodong, Vokalis Band Hello Datangi Polda Jatim

Widi Nugroho, vokalis Band Hello saat diperiksa di Polda Jatim, Rabu (18/2/2020).

SURABAYA (global-news.co.id) — Vokalis band Hello, Widi Nugroho diperiksa Polda Jawa Timur (Jatim) terkait kasus investasi bodong MeMiles, Rabu (18/3/2020). Widi mengaku menjadi member dan melakukan top up senilai Rp 300 juta, namun belum mendapat hadiah.

Widi datang sendiri dan langsung masuk ke Ruang Penyidik Indagsi Direksrimsus Polda Jatim. Dia mengaku sudah menjadi member sejak September2019, namun belum juga mendapat hadiah mobil seperti yang dijanjikan PT Kam and Kam. “Keluarga ada yang sudah dapat, tapi saya belum,” katanya, Rabu (18/3/2020).

Dia mengaku awal mula tertarik investasi MeMiles ini karena diajak teman dekat. Lantaran ada banyak hadiah yang ditawarkan dan banyak member yang mendapatkannya membuat Widi tertarik bergabung.

Sebelumnya, dia tahu MeMiles lantaran band Hello pernah diminta untuk mengisi acara sebagai bintang tamu. Kini Widi masih belum tahu harus bagaimana dan arah kasus ini akan kemana. “Ini lagi koordinasi dulu dengan Polda Jatim, langkah apa yang harus dilakukan. Saya harap uangnya kembali,” katanya.

Diketahui, Polda Jatim membongkar kasus investasi bodong MeMiles. Lima orang tersangka sudah diamankan dalam kasus ini. Mereka yakni direktur utama, motivator, ahli IT, pengelola keuangan serta distributor reward kepada member.

Tak hanya itu, polisi juga telah mengamankan uang tunai Rp 138 miliar serta 24 unit mobil sebagai barang bukti. Uang ratusan miliar tersebut merupakan milik member yang disita dari pengelola investasi bodong MeMiles, PT Kam and Kam. Sedangkan 24 mobil merupakan reward yang diterima member.

Hasil penyelidikan polisi, ada banyak figur publik dan artis yang terlibat dalam kasus investasi bodong ini. Selain sebagai member, polisi juga menengarai sebagian dari mereka merupakan endorser dan koordinator. Saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. pur, ine