Sengketa Wisma dan Lapangan Karanggayam, Persebaya Kalahkan Pemkot Surabaya

Putusan sengketa Wisma Persebaya dan Lapangan Karanggayam dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Martin Ginting dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Kota Surabaya, Selasa (10/3/2020).

SURABAYA (global-news.co.id)- Pemkot Surabaya dinyatakan kalah dalam perkara sengketa tanah di Wisma Persebaya dan Lapangan Karanggayam melawan PT Persebaya Indonesia. Dengan ini, Pemkot Surabaya disebut telah melakukan tindakan melanggar hukum dan PT Persebaya Indonesia dinyatakan berhak atas pendirian bangunan di atas tanah tersebut.

Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Martin Ginting dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Kota Surabaya, Selasa (10/3/2020). Ia membacakan amar putusan dengan disaksikan puluhan pasang mata baik dari pihak Pemkot Surabaya maupun Persebaya.

“Oleh karena gugatan penggugat (PT Persebaya Indonesia) dikabulkan maka tergugat (Pemkot Surabaya) berada di pihak yang kalah,” ujar Martin disambut tepuk tangan seisi ruangan.

Dalam amar putusan tersebut, Martin menyebut bahwa sertifikat hak pakai dari Kantor Pertanahan Kota Madya Surabaya tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum. Sertifikat itu lah yang dijadikan dasar penguasaan tanah seluas 2.500 meter persegi di mana Wisma Persebaya dan Lapangan Karanggayam berada. “Penggugat pihak yang berhak dan memiliki prioritas atas hak sertifikat tanah,” tambah Martin.

Sementara gugatan PT Persebaya Indonesia sebenarnya tidak dikabulkan sepenuhnya. Ada satu petitum yang tidak dikabulkan yaitu penggunaan serta merta tanah tersebut. Meski demikian, pihak penggugat alias PT Persebaya Indonesia langsung menerima putusan hakim. Sementara itu, pihak Pemkot Surabaya masih melakukan pikir-pikir. “Pihak tergugat menyatakan pikir-pikir sehingga putusan ini belum memiliki kekuatan hukum tetap,” tutup Martin.

Ketukan palu Martin sebanyak 3 kali langsung disambut yel-yel “Salam satu nyali, Wani!” dari para Bonekmania yang turut menyaksikan jalannya persidangan. Beberapa orang pun menangis terharu atas putusan tersebut.

“Alhamdulillah. Kami sangat bersyukur. Ini berarti Majelis Hakim PN Surabaya masih berani karena memihak pada masyarakat, pada kebenaran,” ungkap kuasa hukum PT Persebaya Indonesia Mochamad Yusron seusai persidangan. pur, ine