Sempat Turun, Angka Kematian COVID-19 di Italia Kembali Meningkat

Kematian akibat virus corona baru atau COVID-19 di Italia kembali meningkat setelah selama dua hari berturut-turut mengalami penurunan.

ROMA (global-news.co.id) — Kematian akibat virus corona baru atau COVID-19 di Italia kembali meningkat meningkat setelah selama dua hari berturut-turut mengalami penurunan. Italia melaporkan 743 kematian baru akibat virus corona baru, COVID-19 pada Selasa (24/3/2020).

Selain melaporkan peningkatan pada angka kematian, otoritas perlindungan sipil Italia juga melaporkan jumlah kasus infeksi COVID-19 yang terkonfirmasi berjumlah 69.176. Sementara kasus aktif naik menjadi 3.612, setidaknya dalam kurun waktu hampir satu minggu seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (25/3/2020).

Italia adalah negara dengan korban meninggal akibat virus tertinggi dunia, mengalahkan Tiongkok yang sejatinya adalah tempat pertama wabah ini muncul. Sebanyak 6.820 orang meninggal akibat infeksi viru ini dan 8.326 lainnya dinyatakan sembuh.

Italia sebelumnya telah melakukan lockdown guna mencegah penyebaran virus corona. Pemerintahan Perdana Menteri Giuseppe Conte bahkan akan memberikan denda hingga Rp 69 juta jika melanggar lockdown di saat negara itu berjuang untuk melawan wabah virus corona terburuk di Eropa, seperti dilaporkan kantor berita negara itu ANSA.

Hingga saat ini virus yang berasal dari Wuhan itu telah menyerang 196 negara dan teritoris di seluruh dunia serta satu alat angkut internasional yaitu kapal pesiar Diamond Princess.

Total sebanyak 410.465 orang di seluruh dunia terinfeksi virus corona baru. Dari jumlah itu, sebanyak 18.295 orang meninggal dan 107.089 lainnya dinyatakan sembuh.  sin